Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kerajinan Logam dari Boyolali Diklaim Mampu Tembus Ekspor

Kerajinan logam yang dihasilkan dari sentra industri kecil dan menengah (IKM) di Dusun Tumang, Desa Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mampu menembus pasar ekspor.
Pengrajin logam perak/Ilustrasi-Youtube
Pengrajin logam perak/Ilustrasi-Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Kerajinan logam yang dihasilkan dari sentra industri kecil dan menengah (IKM) di Dusun Tumang, Desa Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mampu menembus pasar ekspor.

"Potensi ini luar biasa, yang akan terus kami kembangkan agar kualitas dan desain produknya makin berdaya saing di tingkat global," kata Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih lewat keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (21/1/2017).

Produk dari perajin tembaga dan kuningan ini 53% didistribusikan ke Prancis, Australia, Malaysia, dan Amerika Serikat, sedangkan sisanya untuk pasar lokal seperti ke Jakarta, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Bandung dan Semarang.

Gati menyampaikan hal tersebut ketika meninjau salah satu IKM tembaga di Boyolali, Jawa Tengah. Adapun produk-produk dari sentra IKM logam Tumang antara lain lampu hias untuk dalam maupun luar ruang, hiasan dinding, kaligrafi, meja, kubah, wastafel, bathtub, patung dan lainnya.

Gati menyampaikan nilai investasi dari sentra IKM tersebut mencapai Rp5,4 miliar pada 2015. Jumlah IKM di lokasi itu saat ini sebanyak 640 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.344 orang, yang setiap IKM rata-rata mempekerjakan 4-10 orang, tetapi ada yang lebih dari 40 orang. "Kami juga akan terus menumbuhkan wirausaha baru di sini melalui fasilitasi pemberian bantuan peralatan dan pelatihan," tuturnya.

Salah satu perajin, Mansyur dari Daffi Art Galery mengatakan usaha mandirinya telah mempekerjakan lima orang karyawan. Meskipun tergolong kecil, ia mampu menggaji karyawannya sekitar Rp8.000 sampai Rp50.000 per hari.

Untuk mengelola usahanya, Mansyur membeli bahan baku dari Solo dan Semarang melalui distributor. Selain itu, dia juga membutuhkan bahan pendukung lainnya, seperti besi, kaca, akrilik, karbit, fiberglass, cat, dan berbagai macam bahan kimia.

Beragam model dan bentuk kerajinan yang diproduksinya, antara lain untuk menghiasi tempat ibadah, rumah tangga, kantor, hotel, restauran, taman, dan jalan. "Kami telah membuat hiasan pintu, hiasan dinding, topeng, asbak, tatakan lampu, kaligrafi, lonceng, dan masih banyak lagi," ujarnya.

Untuk pendistribusian di dalam negeri, produknya dipasarkan ke Solo dan sekitarnya. Dia juga pernah melayani permintaan dari luar negeri seperti Malaysia.

Selain sentra IKM logam, Kemenperin juga mendorong pengembangan daya saing sentra abon di Boyolali. Produk abon yang diproduksi, terdiri dari abon ayam, sapi, dan lele.

Total jumlah IKM abon di Boyolali saat ini sebanyak 20 unit yang tersebar di empat Kecamatan dengan menyerap tenaga kerja mencapai 187 orang, total investasi sekitar Rp1,75 miliar, dan total nilai produksi sebesar Rp1,99 miliar.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper