Pascagempa Aceh, Sekolah Sementara di 13 Lokasi Dibangun

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan beberapa BUMN Karya mulai membangun sekolah sementara di 13 lokasi yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Provinsi Aceh.
Deandra Syarizka | 21 Desember 2016 21:23 WIB
Warga menyaksikan Masjid JamIk Nur Abdullah yang ambruk akibat gempa di lintasan jalan nasional Desa Parue Keude, Kecamatan Bandar Baru Pidie Jaya, Propinsi Aceh, Rabu (7/12). - Antara

Bisnis.com, PIDIE JAYA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan beberapa BUMN Karya mulai membangun sekolah sementara di 13 lokasi yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Provinsi Aceh.

Sebanyak 12 sekolah berada di Kabupaten Pidie Jaya yaitu, SD Mesjid, SMPN Tampui, SDN Tampui, PAUD Bunda Kasih, SDN Peulandok yang berlokasi di Kecamatan Trienggading; SMKN 1, MIN (Madrasah) Paru, SMPN 3, SDN Jiem Jiem berlokasi di Kecamatan Bandar Baru.

Selain itu, SDN Malem Dagang di kecamatan Ulim; SMPN 2 di Kecamatan Pante Raja; dan SMKN 1 di Kecamatam Bandar Dua; sedangkan SMPN 1 Kecamatan Samalanga berada di Kabupaten Bireun.

"Jadi mulai besok (Kamis) kami sudah mulai bekerja di lokasi dengan program kerja utama adalah menyiapkan sekolah sementara", tutur Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga melalui keterangan resmi, Rabu (21/12/2016).

Data BNPB per 21 Desember menunjukkan terdapat 95 sekolah negeri dan madrasah yang mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan. Dari 95 lokasi tersebut, 13 diantaranya telah dilakukan pembersihan oleh TNI.

Untuk itu, Bupati Pidie Jaya Ayyub Abbas mengirim surat kepada Menteri PUPR, yang pada prinsipnya memohon bantuan teknis untuk penanganan sekolah-sekolah tersebut.

Berdasarkan surat tersebut, Kepala Balitbang Kementerian PUPR menemui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya untuk membahas lokasi tersebut dan perkembangan kondisi di lapangan pada Selasa (20/12).

Pembangunan sekolah sementara akan dilakukan oleh beberapa BUMN Karya untuk konstruksi maupun konsultan pengawasnya. BUMN yang terlibat di antaranya adalah Waskita Karya, Hutama Karya.

Ada pula Adhi Karya, Nindya Karya, Bina Karya, Wijaya Karya, Brantras Abripraya, PP, Waskita, Yodya Karya dan Virama Karya, yang dibagi menjadi tiga zona pekerjaan berdasarkan wilayah kerja.

Kementerian PUPR dan BUMN sepakat untuk membuat ruangan kelas dengan sistem modular dengan metode knock down.

Tag : Gempa Aceh
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top