Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

GEMPA ACEH: Pasokan Beras untuk Korban Bencana Diklaim Aman

Cadangan beras di Provinsi Aceh diklaim aman dan mencukupi kebutuhan korban gempa bumi di wilayah tersebut.n
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 09 Desember 2016  |  19:58 WIB
GEMPA ACEH: Pasokan Beras untuk Korban Bencana Diklaim Aman
Keluarga korban gempa menangis saat menunggu evakuasi saudaranya yang tertimpa reruntuhan bangunan di Pasar Tringgadeng, Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12/2016). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Cadangan beras di Provinsi Aceh diklaim aman dan mencukupi kebutuhan korban gempa bumi di wilayah tersebut.

Berdasarkan data dari Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Baru Siron, pasokan beras saat ini mencapai 28.500 ton. Sementara itu, cadangan beras di Gudang Bulog Sub Divre Lhokseumawe sebanyak 8.000 ton dan di Pidie Jaya sebanyak 4.000 ton.

"Tugas Kementerian Sosial adalah memastikan stok logistik aman. Saya harus memastikan ke gudang bulog ini karena Bupati dan Plt. Gubernur Aceh sudah mengeluarkan SK Darurat untuk mengeluarkan cadangan beras pemerintah [CBP],” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan pers, Jumat (9/12/2016).

Dengan adanya SK Darurat, lanjutnya, bupati bisa mengeluarkan CBP hingga 100 ton, sementara gubernur bisa keluarkan CBP sampai 200 ton. Jika CBP tersebut telah digunakan, maka di atas 200 ton dapat dikeluarkan oleh Kementerian Sosial.

Menurut dia, masyarakat membutuhkan CBP tidak hanya Pidie Jaya dan wilayah sekitar yang terdampak, tapi juga Singkil karena terjadi banjir dalam waktu cukup lama.

“Stok beras untuk ke Singkil juga harus termonitor. Harus dipastikan mereka yang sedang kesulitan ini stok logistiknya aman," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gempa Aceh
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top