Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satgas Pengawasan BBM Satu Harga Diminta Independen

Ada yang berpikir jangan sampai ada yang bermain mata sebelah. Tapi, kalau bentuk tim ini betul-betul mengawasi dan mengontrol harga hingga di tingkat kampung sehingga harga BBM tidak semaunya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 November 2016  |  17:05 WIB
Ilustrasi: Kendaraan antre pengisian bahan bakar minyak bbm di SPBU jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Senin (4/7). - Antara
Ilustrasi: Kendaraan antre pengisian bahan bakar minyak bbm di SPBU jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, Senin (4/7). - Antara

Bisnis.com, JAYAPURA - Independensi dan bebas intervensi menjadi sarat penting pembentukan dan kerja Satgas Pengawasan BBM Satu Harga di Papua.

Hal itu diminta politisi Partai Golkar yang juga Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Derd Tabuni terkait pembentukan Satgas Pengawasan BBM Satu harga yang baru dibentuk oleh Polda Papua.

"Ada yang berpikir jangan sampai ada yang bermain mata sebelah. Tapi, kalau bentuk tim ini betul-betul mengawasi dan mengontrol harga hingga di tingkat kampung sehingga harga BBM tidak semaunya," ujarnya di Jayapura, Senin (28/11/2016).

Ia mengaku khawatir masih ada mafia BBM yang merugikan masyarakat sebagai konsumen yang seharusnya menjadi pihak paling berhak untuk mendapat harga bersubsidi yang dikeluarkan pemerintah.

Untuk itu, dia meminta Polda Papua dan TNI jujur dan tegas dalam pengawasan BBM Satu Harga di Papua tersebut.

"Di pegunungan ini kelihatan. Siapa yang bermain BBM itu, kita sudah tahu. Bila perlu jika ditemukan adanya oknum aparat yang bermain BBM, harus diambil tindakan tegas dengan adanya Satgas Pengawasan BBM Satu Harga ini," kata dia.

Derd Tabuni juga mengapresiasi langkah Polda Papua yang dengan cepat membentuk Satgas Pengawasan BBM Satu Harga. Seperti diketahui, Program BBM Satu Harga dicetuskan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

"Niat Kapolda sangat bagus untuk pengawasan BBM Satu Harga di Papua ini sehingga pengawasan lebih ketat, termasuk memberantas mafia BBM di Papua dan adanya pungli," ujarnya lagi.

Ia juga meminta masyarakat untuk berperan aktif mengawasi program tersebut dan segera melaporkan kepada pihak berwenang bila di lapangan ditemukan adanya penyelewengan.

"Siapa pun yang bermain harus ditindak tegas, karena sudah puluhan tahun, namun baru beberapa bulan ini rakyat Papua baru menikmati BBM bersubsidi yang harganya sama di Jawa," kata Derd Tabuni.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbm satu harga

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top