Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tahap Awal, Pembangunan KI Kendal Diprediksi Tuntas 5 Tahun

Manajemen Kawasan Industri Kendal atau KIK menargetkan pembangunan tahap pertama kawasan industri hingga 5 tahun dengan investasi senilai Rp130 triliun.
Kawasan industri/Ilustrasi
Kawasan industri/Ilustrasi

Bisnis.com, SEMARANG - Manajemen Kawasan Industri Kendal atau KIK menargetkan pembangunan tahap pertama kawasan industri hingga 5 tahun dengan investasi senilai Rp130 triliun.

Presiden Direktur PT Jababeka Tbk. Budianto Liman mengatakan sampai saat ini sudah ada 20 investor yang siap masuk ke KIK dengan serapan tenaga kerja sekitar 4.000 orang. Adapun, secara total keberadaan KIK akan menyerap tenaga kerja sebanyak 500.000 orang.

Selain itu, katanya, perseroan turut serta membangun infrastruktur guna mendukung keberadaan industri yang berinvestasi di kawasan berjarak sekitar 5 kilometer dari perbatasan Kota Semarang.

Dia mengatakan di kawasan akan dikembangkan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, pembangkit listrik, pengolahan air bersih, pengolahan air limbah dan sarana penyediaan gas (gas supply).

“[Tahap pertama] Diperkirakan selesai tiga sampai lima tahun. Semoga lebih cepat dari yang diharapkan,” katanya disela-sela Konferensi Pers di Semarang, Minggu (13/11/2016).

Budianto menjelaskan perusahaan akan fokus untuk pembangunan tahap pertama seiring dengan kepeminatan sejumlah investor baik domestik maupun mancanegara. Adapun, investasi awal tahap pertama pembangunan KIK mencapai Rp130 triliun.

Menurutnya, pembangunan KIK akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah, karena saat ini kontribusi sektor industri Jateng terhadap total pendapatan industri lndonesia hanya 5%, dibandingkan dengan kontribusi Jabodetabek yang mencapai 65%.

Budianto menjabarkan potensi industri area Jateng tak luput dari perhatian pemerintah, dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) No.3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

“Melalui pembangunan kawasan terintegrasi inl, kami optimistis jumlah total industri lndonesia yang dibangun di Jateng meningkat dari posisi saat ini 5% menjadi sekitar 10% dalam 5 tahun mendatang. Angka ini masih jauh dari realisasi total industri Indonesia sebesar 65% yang berlokasi di area Jakarta dan sekitarnya. ltu salah satu tekad kami melalui pembangunan kawasan terintegrasi ini,” ujar dia.

Melalui Perpres tersebut, kawasan Kendal, Semarang. dan sekitarnya dipilih sebagai area kawasan industri prioritas. Pemerintah juga telah memulai berbagai inisiatif pembangunan infrastruktur untuk Jateng, seperti perbaikan Bandara lnternasional Ahmad Yani.

Selain itu, pembangunan jalan tol Pejagan-Surabaya, pembangunan rel kereta api double track Jakarta-KendaI-Surabaya dan pembangunan jalur pipa gas yang diharapkan dapat beroperasi pada 2020.

Pada sisi perizinan, KlK telah terbantu oleh kebijakan layanan 3 jam dari Badan Koordinasi Penanaman Modal RI (BKPM) dan fasilitas Kemudahan lnvestasi Langsung Konstruksi (KLlK).

CEO Sembcorp Development Kelvin Tao mendorong pemerintah Indonesia untuk merespons secara proaktif peresmian kawasan itu bagi pembangunan bersama. Pasalnya, pembangunan KIK akan diengkapi dengan kawasan perumahan, komersial, pembangkit tenaga listrik, pengoIahan air bersih dan limbah berstandar internasional.

KIK adalah proyek joint venture antara PT Jababeka Tbk. dan Sembcorp dengan perbandingan saham 51% -49%. Jababeka memiliki reputasi sebagai pengembang kota, dengan proyek kota mandiri seIuas 5.600 ha di Cikarang Jawa Barat dan 1.500 ha di Tanjung Lesung Banten.

Adapun, Sembcorp telah mengembangkan lebih dari 10.000 ha kawasan terintegrasi dan kawasan urban di Asia, termasuk Batamindo Industrial Park di Kepulauan Riau.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Khamdi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper