Kebutuhan Listrik Bertambah Setiap Tahun

Kebutuhan energi listrik di berbagai penjuru Tanah Air terus meningkat, dengan menambah setidaknya kapasitas 7.000 megawatt atau MW setiap tahun.
Muhammad Khamdi | 02 November 2016 22:25 WIB
Ilustrasi perawatan jaringan listrik PLN - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, SEMARANG - Kebutuhan energi listrik di berbagai penjuru Tanah Air terus meningkat, dengan menambah setidaknya kapasitas 7.000 megawatt atau MW setiap tahun.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan, penambahan energi listrik di dalam negeri membutuhkan sedikitnya 7.000 MW per tahun sampai dengan 2019.

Oleh karena itu, pemerintah telah berkomitmen merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35.000 MW dalam jangka waktu lima tahun, mulai dari 2014 sampai dengan 2019.

“Penambahan energi listrik di dalam negeri membutuhkan sedikitnya 7.000 MW per tahun sampai dengan 2019. Untuk itu, pemerintah telah berkomitmen merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35.000 MW dalam jangka waktu lima tahun," terangnya disela-sela Musyawarah Daerah X Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Jawa Tengah bertajuk "Berjuang Menegakkan Eksistensi AKLI Melalui Konstitusi" di Patrajasa Hotel, Rabu (2/11/2016).

Puryono menambahkan, rasio elektrifikasi di Jawa Tengah mencapai 91,1% pada 2015. Meski rasio elektrifikasi terhitung tinggi, namun masih terdapat beberapa rumah tangga yang belum menikmati aliran listrik.

Pemerintah Provinsi Jateng, imbuhnya, kini tengah membangun beberapa pembangkit listrik tenaga uap.

"Di sini sedang dibangun sumber energi listrik dengan kapasitas besar. Yaitu PLTU Batang, PLTU Tanjung Jati Jepara, dan PLTU Cilacap," bebernya

Pembangunan itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan energi listrik, baik industri maupun rumah tangga.

Di sisi lain, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) siap memberikan jaminan pasokan listrik kepada pelaku usaha yang berinvestasi di Jateng, seiring pembangunan pembangkit listrik yang terus berlangsung hingga 2020. 

Direktur Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang mengatakan Jateng merupakan wilayah strategis yang diincar banyak investor dari Jawa Barat, DKI serta wilayah luar Jawa untuk melakukan ekspansi bisnis.

Dalam program 35.000 megawatt, katanya, Jateng dapat kebagian pengembangan pembangunan pembangkit listrik sebesar 8.000 MW yang ditargetkan selesai pada 2019-2020.

Menurutnya, perseroan berharap rasio elektrifikasi di Jateng pada 2019 bisa mencapai 100%. Dengan demikian, seluruh masyarakat bisa menikmati layanan listrik dengan baik.

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Jateng sangat tinggi. Selama ini, industri membangun perusahaan di DKI, Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur. Namun kondisi itu akan berbalik dan industri mulai melirik Jateng karena pasokan listrik melimpah.

Data PLN, ketersedian daya listrik di Jateng mencapai 3.800 megawatt. Dengan adanya pembangunan pembangkit listrik baru baik itu proyek dari PLN maupun swasta dengan total 8.000 MW, katanya, kebutuhan listrik terutama bagi industri bakal tercukupi. Tambahan daya itu sekarang masih berproses pembangunan dan ditargetkan selesai pada 2019-2020.

Tag : listrik
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top