Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMPOR PANGAN: 'Jatah' 2015 Direalisasikan 2016

Impor pangan --meliputi beras, gula, daging sapi dan gandum-- yang tercatat pada semester I 2016 merupakan carry over dari [jatah impor] 2015 yang realisasinya dilakukan pada awal 2016 (Januari-Pebuari).
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 18 Oktober 2016  |  19:58 WIB
Ilustrasi. - ANTARA
Ilustrasi. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA -  Impor pangan --meliputi beras, gula, daging sapi dan gandum-- yang tercatat pada semester I 2016 merupakan carry over dari [jatah impor] 2015 yang realisasinya dilakukan pada awal 2016 (Januari-Pebuari).

Untuk 2016, Kementerian Pertanian mencatat tidak ada impor beras, bawang, cabe, bahkan jagung turun 60%.

Terkait anomali iklim akibat el nino 2015 dan la nina 2016, yang semula diprediksi akan mengganggu produksi, ternyata yang tetjadi sebaliknya.  El nino 2015 dapat teratasi dan La nina 2016 (musim kemarau basah) adalah berkah untuk petani, khususnya padi, jagung dan kedele.

Strategi Kementerian Pertanian untuk memanfaatkan lahan tadah hujan dengan mengembangkan embung, long storage, dam parit, dan sumur dangkal dapat meningkatkan luas tambah tanam Oktober 2015-September 2016 hingga 1,2 juta ha. Dengan capaian ini diprediksi tidak akan ada paceklik tahun ini dan seterusnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor pangan produksi pangan
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top