Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gapensi Bali Klaim Anggotanya Merugi Akibat Penertiban Galian C

Kenaikan harga bahan material bangunan akibat ditertibkannya sejumlah lokasi galian C di Karangasem membuat pengusaha konstruksi nasional di Bali merugi.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 26 September 2016  |  16:11 WIB
Gapensi Bali Klaim Anggotanya Merugi Akibat Penertiban Galian C

Bisnis‎.com, DENPASAR--Kenaikan harga bahan material bangunan akibat ditertibkannya sejumlah lokasi galian C di Karangasem membuat pengusaha konstruksi nasional di Bali merugi.

Ketua Gabungan pengusaha konstruksi nasional (Gapensi) Bali Wayan Adnyana memaparkan anggotanya banyak yang terpaksa mempercepat waktu pengerjaan dan mengurangi tenaga kerja agar kerugian tidak semakin besar.

"Kami tidak bisa berbuat banyak, karena ini penertiban yang seharusnya dilakukan sejak lama. Beda jika misalnya kebijakan masih bisa ditinjau ulang," jelasnya, Senin (26/9/2016).

‎Harga bahan material bangunan seperti pasir saat ini mencapai Rp1,5 juta-Rp1,6 juta per truk, lebih tinggi dibandingkan sebelumnya hanya Rp1,2 juta per truk. Kenaikan itu dampak penutupan sejumlah lokasi penambangan, karena tidak memiliki izin resmi.

Adnyana menyatakan meskipun sudah ada lokasi tambang galian C dibuka, yakni di Kubu, Karangasem, tetapi belum membuat harga material kembali seperti semula. Penyebabnya, investor tambang butuh waktu untuk memindahkan peralatan mereka menuju Kubu.

‎Lebih lanjut dijelaskan kebutuhan pasir dari Karangasem sangat besar. Sehari diperkirakan 2.000 Truk membawa pasir ke seluruh Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gapensi galian c
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top