Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CORE: Tarif Listrik 900 VA Naik, Inflasi 2017 Capai 4,1%

Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (CoRE) Mohammad Faisal memperkirakan inflasi keseluruhan pada 2017 hanya akan menembus 4,1% meskipun ada rencana penyesuaian tarif listrik 900 VA.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 08 September 2016  |  22:53 WIB
CORE: Tarif Listrik 900 VA Naik, Inflasi 2017 Capai 4,1%
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo - Reuters/Supri

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Penelitian Center of Reform on Economics (CoRE) Mohammad Faisal memperkirakan inflasi keseluruhan pada 2017 hanya akan menembus 4,1% meskipun ada rencana penyesuaian tarif listrik 900 VA.

Pencapaian inflasi itu juga memperhitungkan pertumbuhan ekonomi yang cenderung naik di 5,1%. Selain itu, dorongan terbesar pada inflasi tahun depan masih berasal dari kelompok bahan pangan.

“Rencana penaikan tarif listrik 900VA akan berdampak kurang lebih 1%, jadi inflasi umum kami prediksikan ada di kisaran 4,1% - 4,2%,” ucapnya di Jakarta pada Kamis (8/9/2016).

Dia mengatakan inflasi di atas 4% semestinya menunjukkan perbaikan daya beli masyarakat. Namun, tahun ini kondisi permintaan belum pulih siginifikan. Selain itu, hampatan pada suplai dan distribusi pangan masih ada, sehingga menganggu stabilitas harga pangan.

Menurutnya, penaikan tarif listik 900VA akan berdampak pada inflasi harga yang diatur pemerintah sehingga mendorong inflasi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Di sisi lain, Â daya beli masyarakat menengah bawah akan turun.

Hingga Agustus 2016, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar tercatat sebagai penyumbang inflasi, kendati pada bulan itu terjadideflasi 0,02%. Andil inflasi kelompok pengeluaran itu sebesar 0,10% pada indeks harga konsumen (IHK) Agustus 2016.

“Inflasi di atas 4% tahun depan semestinya diharapkan menunjukkan perbaikan daya beli masyarakat, tapi melihat kondisi tahun ini, demand sebenarnya belum pulih signifikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan inflasi pada tahun depan bisa di atas 4% atau mencapai 4,6% jika pemerintah menggeser tarif listrik menjadi lebih tinggi.

Gubernur BI Agus D.W Martowardojo dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR mengatakan kenaikan tarif listrik 900VA akan menyebabkan kenaikan inflasi sekitar 0,8% dalam empat kuartal di tahun depan. Seperti diketahui, pemerintah menargetkan pencapaian inflasi pada 2017 berada dalam level 4% +-1%.

"Kalau tarif listrik 900VA naik, inflasi meningkat 0,88%. Inflasi kalau disepakati 4%+-1%, maka inflasi tahun depan akan di kisaran 4,6%. Kalau tarif listrik tidak ada penyesuaian, inflasi ada di bawah 4%," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/9/2016) malam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik Inflasi gubernur bank indonesia
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top