Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Iduladha, BUMN Perkebunan Jual 158.500 Ton Gula ke Bulog

Sejumlah BUMN produsen gula menjual sedikitnya 158.500 ton hasil produksi mereka kepada Bulog untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Iduladha.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 19 Agustus 2016  |  15:34 WIB
Pekerja melakukan proses bongkar muat gula di Sidoarjo, Jawa Timur - Reuters/Sigit Pamungkas
Pekerja melakukan proses bongkar muat gula di Sidoarjo, Jawa Timur - Reuters/Sigit Pamungkas

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah BUMN produsen gula menjual sedikitnya 158.500 ton hasil produksi mereka kepada Bulog untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Iduladha.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI Didik Prasetyo mengatakan perusahaannya menjual 50.000 ton gula kristal putih kepada Bulog.

"Harganya (jual) cukup murah, Rp10.900 per kg, karena diminta oleh Pak Jokowi [Presiden] agar harga di konsumen Rp12.500 per kg," katanya, Jumat (19/3/2016).

Dia menyebutkan PTPN X dan PTPN XI juga menjual 50.000 ton kepada Bulog. Sementara itu, PT Industri Gula Glenmore milik PTPN XII menjual 6.000 ton. Adapun PTPN IX hanya menjual 2.500 ton.

Pemerintah memerintahkan BUMN perkebunan untuk menjual seluruh produksi gula tahun ini kepada Bulog untuk menstabilkan harga bahan pemanis itu di tingkat konsumen. Harga gula sempat melesat ke posisi Rp16.000 per kg pertengahan tahun ini, level tertinggi sepanjang sejarah.

Adapun BUMN perkebunan menguasai 34% produksi gula nasional sebanyak 2,5 juta ton. Selebihnya merupakan milik petani tebu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rni idul adha kebutuhan gula bumn gula
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top