Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BREXIT UNGGUL: Inggris Kemungkinan Punya Perdana Menteri Baru Pada September

Partai berkuasa Conservative Party menyebutkan Inggris kemungkinan akan memiliki Perdana Menteri Baru pada September
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 28 Juni 2016  |  12:34 WIB
Suara Brexit unggul. - Bloomberg
Suara Brexit unggul. - Bloomberg

Bisnis.com, LONDON— Partai berkuasa Conservative Party menyebutkan Inggris kemungkinan akan memiliki Perdana Menteri Baru pada September.

Saat ini, pemerintah benar-benar terdesak untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Cameron setelah dia mengumumkan akan mengundurkan diri pada Oktober nanti, setelah Inggris mengabaikan sarannya dan memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum minggu lalu.

Sepeninggalnya, Cameron mendesak para menteri untuk bekerja sama.

Salah satu sekutu Cameron, Menteri Keuangan George Osborne, memutuskan untuk tidak ikut dalam pemilihan calon perdana menteri berikutnya. Namun, media Inggris menyebutkan rekan kabinet lainnya siap untuk masuk dalam pencalonan.

Cameron juga mendirikan unit terpisah yang berisikan pegawai negeri guna membantu memberi saran bagi Inggris terkait proses perceraian dari Uni Eropa dan opsi-opsi yang bisa dilakukan di masa depan di luar dari Uni Eropa.

“Meskipun keluar dari Uni Eropa bukanlah pilihan yang saya rekomendasikan, Saya akan menjadi yang pertama memuji kekuatan kita yang luar biasa sebagai sebuah negara,” katanya kepada parlemen seperti dikutip dari Reuters, Selasa (28/6/2016).

Dia menyebutkan, seiring dengan pilihan untuk menerapkan keputusan (keluar dari Uni Eropa) dan menghadapi tantangan yang  pasti akan muncul sebagai akibat dari keputusan itu, dia percaya bahwa Inggris harus berpegang teguh pada visi untuk tetap dihormati oleh negara-negara lain, menjadi lebih toleran di negara sendiri, dan tetap bisa terlibat dengan isu-isu dunia.

Ketika ditanya mengenai kemungkinann referendum kedua, Dia mengatakan hasil referendum minggu lalu harus dihormati.

Graham Brady, Ketua Komite 1922 dari Onservative Party yang menetapkan aturan-aturan dasar partai di parlemen menyebutkan kelompok itu merekomendasikan agar kontes kepemimpinan dimulai pekan depan sehingga hasilnya akan terlihat paling lama pada 2 September. Rekomedasi ini hampir pasti akan disetujui.

“Baik pihak Conservative Party dan negara, secara umum, menginginkan kepastian. Kami menginginkan resolusi dan berfikir sepertinya akan lebih baik jika hasilnya bisa didapat secepat mungkin,” kata Brady.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdana menteri david cameron referendum
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top