Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenhub Siap Lakukan Safety Assesment Program Tol Domestik AirNav Indonesia

Kementerian Perhubungan siap melakukan penilaian keselamatan atau safety asessment terhadap program tol udara domestik yang dicanangkan AirNav Indonesia, untuk mulai dimplementasikan tahun ini.
Ringkang Gumiwang
Ringkang Gumiwang - Bisnis.com 26 Juni 2016  |  18:19 WIB
AirNav Indonesia. - JIBI
AirNav Indonesia. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan siap melakukan penilaian keselamatan atau safety asessment terhadap program tol udara domestik yang dicanangkan AirNav Indonesia, untuk mulai dimplementasikan tahun ini.

“Saat ini mereka belum mengajukan. Saya minta segera, dan saya saya janji cepat lah, bisa selesai satu minggu [safety assesment],” ujar Novie Riyanto, Direktur Navigasi Penerbangan Kemenhub di Jakarta, Minggu (26/06).

Dia mengklaim Kemenhub juga akan menambah lebih banyak jalur penerbangan baru atau tol udara. Salah satu yang dibidik antara lain menambah jalur penerbangan pada rute Jakarta-Makassar, dari saat ini sebanyak 2-3 jalur.

Novie optimistis penambahan jalur penerbangan baru tersebut dapat mengurai kepadatan lalu lintas udara yang cukup tinggi saat ini. Selain itu, lanjutnya, penambahan jalur penerbangan juga memberikan pilihan alternatif bagi maskapai.

“Selain meningkatkan keselamatan penerbangan dalam negeri juga, slot ruang udara yang lebih banyak. Namun, kalau slot bandara itu lain cerita yah, kalau itu tergantung kapasitas bandaranya,” tuturnya.

Novie menambahkan Kemenhub juga ingin membuat tol udara atau beberapa jalur penerbangan baru di selatan Jawa, seiring dengan banyaknya pembangunan bandara-bandara baru, seperti Bandara Kertajati dan Kulonprogo.

Seperti diketahui, AirNav Indonesia atau Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia berencana mulai mengimplementasikan program tol udara domestik mulai tahun ini.

Direktur Services Development & IT Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) New In Hartaty Manulang mengatakan program tol domestik tersebut nantinya akan dikembangkan hingga 2018 mendatang.

“Jadi rute-rute dari Jakarta ke Sumatera, dan Jakarta atau Makassar ke paling ujung timur Indonesia itu akan lebih hemat [waktu penerbangan] ke depannya. Tentunya, dengan jalur tol itu,” katanya.

Pada tahap pertama, lanjut New In, AirNav Indonesia akan membuka jalur tol untuk empat rute pada Juli 2016 antara lain Jakarta-Surabaya, Jakarta-Makassar, Jakarta-Denpasar dan Denpasar-Makassar.

Dia menjelaskan bahwa lalu lintas udara di keempat rute tersebut terbilang sangat padat. Rute Jakarta-Surabaya contohnya yang memiliki jumlah pergerakan sebanyak 300 pergerakan/hari atau sedikitnya dilewati 150 pesawat/hari.

“Rute itu menjadi jalur penerbangan terpadat ke-4 di dunia, karena rute seperti Jakarta-Makassar dan Jakarta-Denpasar juga lewat jalur itu. Makanya, kami akan disperse agar kepadatannya itu bisa dikurangi,” tuturnya.

Untuk pengoperasian dan pemantauan pergerakannya, New In menyebutkan Airnav Indonesia tidak menggunakan‎ peralatan navigasi darat. Nantinya, jalur tol udara tersebut akan memanfaatkan langsung citra satelit.

Seiring dengan berjalannya tol tersebut, dia memprediksi kepadatan lalu lintas udara dapat berkurang hingga 50%. Bahkan, lanjutnya, waktu penerbangan untuk rute Jakarta-Makassar bisa lebih cepat 15 menit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian perhubungan AirNav
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top