PEMANAS AIR: Ariston Thermo Perkuat Pasar Komersial di Indonesia

Ariston Thermo, optimistis meraih pertumbuhan berkelanjutan seiring dengan masuknya produsen water heating global itu ke segmen komersial di Indonesia tahun ini melalui serangkaian solusi heat pump baru di tengah membaiknya perekonomian Indonesia.
Roni Yunianto
Roni Yunianto - Bisnis.com 15 Juni 2016  |  22:32 WIB
PEMANAS AIR: Ariston Thermo Perkuat Pasar Komersial di Indonesia
Ariston Thermo - Ilustrasi/ariston.com

Bisnis.com, FABRIANO, Italia - Ariston Thermo, optimistis meraih pertumbuhan berkelanjutan seiring dengan masuknya produsen water heating global itu ke segmen komersial di Indonesia tahun ini melalui serangkaian solusi heat pump baru di tengah membaiknya perekonomian Indonesia.

Richard Chua Chee Hian, President Director PT Ariston Thermo Indonesia mengatakan meskipun di Indonesia terjadi perlambatan dan penuh tantangan, tetapi manajemen yakin pertumbuhan bakal berlanjut.

Menurutnya, masuknya Ariston ke segmen komersial ditandai dengan peluncuran produk heat pump yaitu perangkat water heater dengan penggunaan sistem air conditioning di dalamnya sebagai satu solusi bagi segmen bisnis antara lain di sektor perhotelan dan bisnis lainnya.

"Kami akan terus ekspansi, kami lihat ada peluang besar untuk tumbuh, dan tetap fokus pada solusi electric storage water heater dengan konsep box mover. Pada tahun lalu kami menjadi produsen yang memperkenalkan produk dengan konsumsi daya 350 watt pertama di pasar," ujarnya di sela-sela Ariston Media Trip, Selasa (14/6/2016).

Ariston, paparnya, juga siap memberi dukungan purnajual serta support service secara tepat. Di samping komersial, segmen yang digarap Ariston selama ini adalah segmen rumah tangga dengan sejumlah produk small storage water heater berkapasitas tanki 10 liter, 15 liter dan 30 liter.

Paolo Merloni, Pemilik dan Chairman Ariston Thermo Group, mengatakan dalam membangun pasar dan meraih pertumbuhan pihaknya berkepentingan untuk lebih mendekatkan diri dengan pelanggan di Indonesia.

Menurutnya, penting bagi manajemen untuk melihat karakteristik pasar secara lebih spesifik sesuai kebutuhannya masing-masing di samping menyediakan dukungan teknis dan komersial, serta membantu mitra melalui advertising, sumber daya manusia, dan edukasi pasar. "Ini karena kami melihat pasar kami di Indonesia masih bisa diperbesar lagi, dan menjanjikan di masa depan," ujarnya.

Dia menegaskan selama 30 tahun membangun bisnis di Indonesia, pasar Ariston semakin kuat dan relevan di bidang comfort water heating.

Merloni mengakui pertumbuhan bisnis mengalami perlambatan di sejumlah negara, bahkan di Indonesia dan negara lain juga terpengaruh tetapi manajemen mampu menyeimbangkannya secara internal. "Di sejumlah negara kami tumbuh tinggi dan beberapa negara lain melambat, berkat strategi makro kami, kami bisa bangun dan menguasai pasar di sejumlah negara." katanya.

Selama tahun lalu Ariston Thermo melaju dengan pertumbuhan 4% di banyak negara. Dia meyakini di negara berkembang bisa tumbuh lebih tinggi. "Di emerging market bisa double digit atau 6% atau bahkan di atas itu. Di negara maju target kami single digit terendah, tahun lalu kami tumbuh sekitar 7% di tataran global. Saya kira pasar terus tumbuh, di Indonesia juga tumbuh, tegas Merloni.

Selama 30 tahun di Indonesia, Ariston sudah menghadirkan 50 model pemanas air baik bagi rumah tangga dan hotel baik untuk kebutuhan sanitasi (shower), kebersihan, spa dan lain sebagainya. Secara lokal, bisnis Ariston sekitar 80% didukung oleh penjualan melalui lima distributor, dan agen-agennya serta menyediakan dukungan purnajual di 29 di kota besar di Indonesia.

Sementara itu secara global, Ariston yang memiliki 20 pabrik ini mendatangkan produknya ke Indonesia dari pabrikan Vietnam yang berstandar teknologi yang sama dengan standar mutu Italia. Selain mengandalkan produk water heater elektrik, Ariston juga menjual perangkat bertenaga energi gas serta panel bertenaga surya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri pemanas air

Editor : Yusuf Waluyo Jati
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top