Bukaka Ekspor Alat Penyedot Minyak ke Oman

PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) akan mengekspor alat pengebor dan penyedot minyak bumi pompa angguk (pumping unit) ke Maktoom, perusahaan perminyakan di Oman.
Gemal Abdel Nasser P.
Gemal Abdel Nasser P. - Bisnis.com 25 Mei 2016  |  09:25 WIB
Bukaka Ekspor Alat Penyedot Minyak ke Oman
Bukaka masih terus memelihara pompa angguk hang lana agar dapat menyedot minyak secara maksimal, hingga 600 feed. - bukaka

Bisnis.com, BENGKALIS - PT Bukaka Teknik Utama  Tbk. (BUKK) akan mengekspor alat pengebor dan penyedot minyak bumi pompa angguk (pumping unit) ke Maktoom, perusahaan perminyakan di Oman.

Direktur PT Bukaka Teknik Utama Sofiah Balfas mengatakan Maktoom berani merencanakan program kerja yang besar dengan banyak eksplorasi, meski harga minyak dunia bekum stabil.

"Maktoom membutuhkan 400 pumping unit per tahun. Satu pumping unit dijual US$135.000," katanya saat meninjau pumping unit PT Bukaka di Duri Field, Bengkalis, Riau, Selasa (24/5/2016).

Perusahaan milik Jusuf Kalla itu juga akan membangun pabrik pumping unit di  Oman. Bukaka telah berinvestasi US$15 juta. Saat ini, pabrik pumping unit itu dipusatkan di Cileungsih, Jawa Barat.

Seharusnya, kontrak kerja dengan perusahaan Timur Tengah itu bisa berjalan pada tahun ini. Namun, karena jatuhnya harga minyak dunia Bukaka menunda ekspor pumping unit hingga tahun depan.

Bukaka juga tengah menyasar negara minyak lainnya. Perusahaan ini juga pernah mengekspor 10 pumping unit ke perusahaan petroleum Ghirab Oil di Mesir pada 2016.

Ekspor ke luar negeri, khususnya Oman diharapkan dapat meningkatkan dividen untuk menutupi kekurangan permintaan pumping unit di negara sendiri.  "Oman berani memproyeksikan produksi besar. Sedangkan perminyakan Indonesia, kabanyakan masih wait and see," kata Sofiah.

Sementara ini, PT Bukaka masih menunggu work operational pembelian pumping unit dari PT Chevron Pacific Indonesia untuk sumur minyak Duri Field, Bengkalis.

Keduanya telah menyepakati kontrak senilai Rp1,1 trililun untuk pembelian 100 pumping unit per tahun dengan harga US$43.000 per unit. Kontrak itu telah diperpanjang hingga 2021.

Tahun ini, kontrak itu baru berjalan 15% karena Chevron membatasi biaya operasional. Bukaka berharap Chevron merealisasikan kontrak seiring dengan membaiknya harga minyak dunia.

Penjualan pompa angguk untuk operasional Duri Field tercatat menurun pada tahun lalu. Penjualan hanya mencapai Rp210 miliar, masih belum mencapai target tahunan Rp250 miliar.

Pada tahun-tahun sebelumnya, penjualan pipa angguk bisa mencapai Rp300 miliar per tahun. Bukaka masih terus memelihara pompa angguk hang lana agar dapat menyedot minyak secara maksimal, hingga 600 feed.

Ada 4.400 unit pompa angguk PT Bukaka yang beroperasi di Duri Field. Alat itu beroperasi di Duri sejak 1987 atau sejak pertama kali perminyakan Riau beroperasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak, bukaka, pumping

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top