Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Defisit Neraca Pendapatan Primer: Perusahaan Nasional Harus Didorong Ekspansi ke Luar

Perusahaan yang ekspasi ke luar negeri akan otomatis menyerap pinjaman dari bank sehigga mendapat pembayaran bunga dan dividen dari luar untuk transfer ke dalam negeri.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 23 Mei 2016  |  18:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah  harus mendorong ekspansi perusahaan nasional untuk unjuk gigi di luar negeri sehingga dapat menurunkan defisit neraca pendapatan primer.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. David Sumual mengatakan perusahaan yang ekspasi ke luar negeri akan otomatis menyerap pinjaman dari bank sehigga mendapat pembayaran bunga dan dividen dari luar untuk transfer ke dalam negeri.

“Sektor finansial kita masih terbatas dan perusahaan enggak banyak beroperasi di luar. Sedangkan di sisi lain, perusahaan asing di sini, kan harus bayar dividen tiap tahun dan itu keluar dananya,” katanya di Jakarta, Senin (23/5/2016).

Defisit neraca pendapatan primer pada kuartal I/2016 meningkat menjadi US$7,5 miliar dari kuartal sebelumnya sebesar US$6,7 miliar.

Bank Indonesia melaporkan kenaikan defisit neraca pendapatan primer dipengaruhi naiknya pembayaran investasi portofolio, terutama pembayaran bunga surat utang pemerintah.

“Ke depan harus didorong juga perusahaan kita bukan hanya jago kandang, tapi harus juga bisa ekspansi ke regional paling enggak,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspansi pendapatan pendapatan negara
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top