Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ERA MEA: Bahasa Inggris Lemah, Apa Kelemahan Lain Pekerja Indonesia?

Data Bank Dunia menunjukkan bahwa kesenjangan terbesar yang dimiliki tenaga kerja lokal adalah 44% penggunaan bahasa Inggris, 36% keterampilan penggunaan komputer, keterampilan berperilaku (30%), keterampilan berpikir kritis (33%), dan keterampilan dasar (13%).
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 21 Mei 2016  |  06:25 WIB
EF English Centers for Adults. - EF
EF English Centers for Adults. - EF

Bisnis.com, JAKARTA - Implementasi perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat peta persaingan pekerja semakin ketat. Kompetisi untuk memperebutkan lowongan pekerjaan bukan saja datang dari sesama pekerja Indonesia, tetapi juga dengan pekerja dari negara-negara lain di ASEAN, seperti Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, bahkan Myanmar, Brunei, dan Kamboja.

Bisa dipastikan, pasar tenaga kerja Indonesia akan dibanjiri oleh tenaga kerja asing dan tentunya berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data Bank Dunia menunjukkan tingkat pengangguran Indonesia masih relatif tinggi yaitu mencapai 5,8%, jauh di atas Thailand (0,8%), Singapura (2%), dan Malaysia (2,9%).

Permasalahan lainnya yang dihadapi adalah kualitas pekerja terampil. ASEAN Productivity Organization (APO) merilis bahwa dari 1000 tenaga kerja,  Indonesia hanya memiliki (4,3%) tenaga kerja terampil lebih kecil dari negara ASEAN lainnya seperti Filipina (8,3%), Malaysia (32,6%) dan Singapura (34,7%).

Selain kekurangan tenaga kerja terampil, tenaga kerja Indonesia juga memiliki kekurangan dalam berbagai hal. Data Bank Dunia menunjukkan bahwa kesenjangan terbesar yang dimiliki tenaga kerja lokal adalah 44% penggunaan bahasa Inggris, 36% keterampilan penggunaan komputer, keterampilan berperilaku (30%), keterampilan berpikir kritis (33%), dan keterampilan dasar (13%).

English Proficiency Index (EPI) yang dirilis oleh EF Education First merupakan hasil dari 70 negara, menunjukkan tingkat kecakapan Bahasa Inggris orang dewasa di Indonesia berada di posisi ke-32 di bawah Singapura dan Malaysia yang memiliki level kecakapan tinggi (advance).

Patricia Setyadjie, Country Manager EF English Centers for Adults Indonesia mengatakan berdasarkan survei dari hasil test awal yang dilakukan calon siswa, 46,5% ditemukan memiliki kemampuan berbicara dua level lebih rendah di bawah kemampuan reading dan listening-nya.”

“Kenyataannya, kemampuan berbicara memiliki peran sangat penting dalam komunikasi bisnis. Lalu bagaimana kita bisa bersaing dengan tenaga kerja asing yang lebih fasih dalam berbahasa Inggris, terlebih dalam perusahaan-perusahaan besar dan multinasional?” ungkapnya melalui siaran pers EF, Jumat (20/5/2016).

Menurut data Karir.com yang dirilis Maret 2016 terhadap sektor industri, 42% perusahaan di Jakarta umumnya mengharuskan calon pencari kerja memiliki kemampuan berbahasa Inggris.

Hal ini ditunjukkan dari 31.956 job postings tahun lalu, sebanyak 8.787 job postings (27,53%) menyaratkan kemampuan berbahasa Inggris bagi pencari kerja. Syarat kemampuan bahasa Inggris ini dibutuhkan di semua level, mulai Entry Level Staf, Senior Staf, Coordinator, Supervisor, Manajer Departemen hingga level Chief.

Data Karir.com lainnya menunjukkan dua industri yang menyaratkan skill bahasa Inggris ternyata juga menjadi industri yang paling banyak menyerap tenaga kerja yakni Manufaktur dan Konstruksi. Industri lainnya adalah perdagangan, jasa, ritel, layanan kenyamanan (hospitality),  komputer/IT, F&B, konsultan, finansial dan bank.

Mahardika Halim, Center Director EF English Centers for Adults, fX Sudirman memaparkan survei yang dilakukan EF English Centers for Adults, 51% responden di atas usia 18 tahun  dan 74% berusia 27 – 37 tahun  memilih belajar Bahasa Inggris dengan alasan untuk karir.

“Selain kemampuan Bahasa Inggris, kekurangan lainnya yang menimpa pekerja Indonesia adalah ketika melakukan presentasi, bagaimana mengomunikasikan idenya, serta membangun jaringan,” ungkap Mahardika dalam Workshop & Bincang Media bertajuk English for Everyone.

EF English Centers for Adults sebagai lembaga pendidikan non formal khusus dewasa dan profesional yang concern dan passionate untuk membantu dan mempersiapkan siswanya menghadapi tantangan di abad ke-21, memasukkan berbagai skills dalam kurikulumnya, seperti Creative Business Skills, Presentation Skills, Business Etiquette, Networking Skills, dan Building Confidence.

Center EF khusus dewasa berdesain modern dan nyaman serta memiliki guru-guru lokal dan native speaker bersertifikasi yang akan membekali siswa dengan berbagai kemampuan bisnis untuk meningkatkan daya saing mereka di dunia profesional, namun bila mereka sedang sibuk mereka juga bisa mengikuti kelas online yang jadwalnya tersedia 24 jam/7 hari seminggu dengan guru native speaker.

“Dengan semuanya ini, tidak ada alasan dan hambatan lagi bagi orang dewasa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris yang mutlak dibutuhkan sebagai skill dalam abad ke-21 ini, pungkas Patricia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

english first
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top