Kurangi Keluhan, Inaportnet Ditarget Beroperasi September Tahun Ini

Kementerian Perhubungan akan menambah sistem Inaportnet pada September 2016 di empat pelabuhan besar.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 17 Mei 2016 06:00 WIB
Aktivitas di pelabuhan. Ilustrasi. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan akan menambah sistem Inaportnet pada September 2016 di empat pelabuhan besar.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono mengatakan salah satu target utama program kerja yang harus diselesaikan secepatnya adalah aktivasi Inaportnet.

Sebagai Koordinator Pengawasan Inaportnet, Tonny selalu memantau pengoperasian Inaportnet di setiap pelabuhan yang telah aktif, dia optimistis September tahun ini sistem online tersebut bisa diimplementasikan di empat pelabuhan.

“September ini kita mulai di Makassar,” ungkap Tonny di Kementerian Perhubungan, Senin (16/5/2016) malam.

Tonny mengatakan akan membiasakan para agen kapal untuk tidak mengurus segala administrasi perizinan secara manual lagi. Menurutnya, administrasi secara manual sangat berpotensi membuat pungutan liar.

“Kita rencana Inaportnet ada di 50 pelabuhan tetapi pertama di empat pelabuhan besar dulu, sebagai pilot project baru kita kembangkan di daerah lain,” jelasnya.

Adapun empat pelabuhan utama yang diprioritaskan dengan sistem Inaportnet mulai September tahun ini adalah Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Belawan di Batam, Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.

Pelabuhan Makassar yang menjadi pile project, kata Tonny, akan dikaji business process-nya, kelemahanya, serta integrasinya dengan Sistem Informasi Manajemen Lalu Lintas Angkutan Laut (SIMLALA) yang beroperasi full secara online. Inaportnet juga masih harus diintegrasikan dengan sistem kepelabuhanan masing-masing.

Adapun target utama Tonny melalui Inaportnet adalah peningkatan pelayanan untuk masyarakat sehingga tak banyak lagi keluhan terhadap fasilitas transportasi laut.

Tonny menjanjikan ke depannya perizinan untuk operasional angkutan laut dan pembukaan badan usaha pelabuhan tidak dipersulit, persyaratan semakin dipertegas karena banyak sekali permasalahan muncul akibat ketidaktransparanan program dan anggaran.

“Jadi ada perubahan mindset yang sebelum penguasa harus menjadi self leadership,” terang Tonny.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
inaportnet

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top