KEMENHUB Targetkan Penerapan Inaportnet di 4 Pelabuhan Tahun Ini

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menargetkan penerapan pengembangan sistem layanan tunggal berbasis internet bernama Inaportnet di empat pelabuhan tahun ini.
Newswire | 17 Mei 2016 19:40 WIB
Pelabuhan Makassar. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menargetkan penerapan pengembangan sistem layanan tunggal berbasis internet bernama Inaportnet di empat pelabuhan tahun ini.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Antonius Tonny Budiono menyebutkan empat pelabuhan tersebut, yakni Pelabuhan Makassar, Belawan, Tanjung Priok, dan Surabaya.

Tonny menargetkan pada September ini inaportnet akan diterapkan di Pelabuhan Makassar terlebuh dahulu.

"September tahun ini harus. Kami mulai dari Makassar karena Makassar merupakan pelabuhan kecil, kalau yang kecil beres otomatis daerah lainnya lebih gampang," katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Tonny mengatakan penerapan Inaportnet tersebut merupakan salah satu langkah awal setelah dirinya dilantik menjadi Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub.

"Saya ditunjuk jadi koordinator pengawasan Inaportnet, jadi saya genjot. Kami tekankan kepada mereka kalau Inaportnet itu hukumnya wajib," katanya.

Sistem berbasis internet tersebut dibutuhkan saat ini untuk mencegah berbagai penyimpangan, seperti pungutan liar. "Agen-agen pelayaran itu jangan dibiasakan face to face [tatap muka], nanti bisa pungli, kalau Inaportnet semua online, kecuali keadaan emergency [darurat]," katanya.

Ke depannya, Tonny akan menerapkan Inaportnet untuk 50 pelabuhan, tetapi untuk percontohan empat pelabuhan terlebuh dahulu.

"Kalau ada kesalahan dipikirkan bersama dicari solusinya yang penting kita tahu business process-nya. Kalau kita tahu business processnya, kita cari kelemahannya, mulai dari awal sampai akhir nanti ketahuan," katanya.

Dengan Inaportnet, nantinya seluruh perizinan akan melalui sistem online, termasuk pendaftaran kapal dan sertifikasi pelaut yang dimaksudkan agar data terpusat dan keterbukaan informasi, dengan memanfaatkan teknologi informasi sehingga cepat, mudah dan transparan.

Sistem tersebut juga mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhan yang standar dalam melayani kapal barang untuk kegiatan kapal ekspor impor maupun domestik yang melibatkan sistem-sistem layanan di Kantor Pusat Kemenhub.

Nantinya, Inaportnet tersebar di seluruh unit pelaksana teknis serta terintegrasi Badan Usaha Pelabuhan, seperti Pelindo I,II,IIIdan IV, Kantor Bea dan Cukai, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Karabtina Tumbuhan, Kantor Karantina Ikan dan Kantor Imigrasi di Pelabuhan.

Ditjen Perhubungan Laut telah memetakan ada 16 pelabuhan dalam waktu dekat ini yang akan diterapkan inaportnet, yakni:

  1. Pelabuhan Belawan
  2. Pelabuhan Batam
  3. Pelabuhan Tanjung Priok
  4. Pelabuhan Tanjung Perak
  5. Pelabuhan Makassar
  6. Pelabuhan Tanjung Emas
  7. Pelabuhan Bitung
  8. Pelabuhan Dumai
  9. Pelabuhan Panjang
  10. Pelabuhan Banten
  11. Pelabuhan Tanjung Uban
  12. Pelabuhan Balikpapan
  13. Pelabuhan Banjarmasin
  14. Pelabuhan Sorong
  15. Pelabuhan Manggar
  16. Pelabuhan Ambon.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelabuhan, inaportnet

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup