Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintah Didorong Susun Rencana Induk Perkebunan Teh Rakyat

Pemerintah pusat maupun Jawa Barat didorong menyusun masterplan perkebunan teh rakyat guna mendorong kembali produktivitas tanaman yang kian menurun.
Pekerja memetik pucuk daun teh menggunakan mesin petik di lahan PT. Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI), Kersik Tuo, Kayu Aro, Kerinci, Jambi, Rabu (20/5/2015)./Antara-Wahdi Septiawan
Pekerja memetik pucuk daun teh menggunakan mesin petik di lahan PT. Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI), Kersik Tuo, Kayu Aro, Kerinci, Jambi, Rabu (20/5/2015)./Antara-Wahdi Septiawan

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah pusat maupun Jawa Barat didorong menyusun masterplan perkebunan teh rakyat guna mendorong kembali produktivitas tanaman yang kian menurun.

Direktur Eksekutif Yayasan Komoditi Lestari Iyus Supriyatna mengatakan saat ini produktivitas teh di perkebunan rakyat hanya hanya 1 ton per hektare (ha) per tahun, idealnya 3-4 ton per ha per tahun. “Bahkan daya saing bisa menurun di dunia internasional," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (12/5/2016).

Oleh karena itu, ujarnya, perlu ada penyusunan rencana induk alias masterplan yang dimulai dari pemetaan yang terperinci dengan langkah kerja serta anggaran cukup besar.

Dia menjelaskan, pemerintah pun perlu mendirikan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang nantinya khusus menangani komoditas teh mulai dari penelitian hingga pemasaran. "Apabila hal tersebut dipenuhi maka produktivitas teh rakyat bisa bergairah kembali."

Di samping itu, ujarnya, persoalan penurunan lahan perkebunan teh karena adanya alih fungsi lahan harus segera digantikan di tempat lain baik melalui program PHBM Perhutan maupun lainnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper