Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Elleair Resmikan Pabrik Baru Popok Bayi di Cikarang

Produsen popok bayi Elleair membangun pabrik baru dengan nilai investasi Rp1,1 triliun dengan kapasitas terpasang 30 juta popok per bulan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 21 April 2016  |  23:56 WIB
Pekerja memproduksi popok bayi di sela-sela acara peresmian pabrik PT Elleair International Manufacturing Indonesia (EIMI) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (21/4/2016) - Antara/Risky Andrianto
Pekerja memproduksi popok bayi di sela-sela acara peresmian pabrik PT Elleair International Manufacturing Indonesia (EIMI) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (21/4/2016) - Antara/Risky Andrianto

Bisnis.com, BEKASI - Produsen popok bayi Elleair membangun pabrik baru dengan nilai investasi Rp1,1 triliun dengan kapasitas terpasang 30 juta popok per bulan.

Presiden Direktur PT Elleair International Manufacturing Indonesia Shozo Ishikawa optimistis menanamkan modal di Indonesia, mengingat tingginya populasi Indonesia.

“Pangsa pasar kami masih 2%, tapi kami didukung oleh distributor yang kuat. Yang penting bagaimana kami mengomunikasikan unique selling proposition (USP) yang kami punya,” katanya saat meresmikan pabrik barunya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa barat, pada Kamis (21/4).

Menurutnya, Indonesia memiliki pasar yang sangat besar dengan angka kelahiran bayi di atas 4 juta per tahun. Namun, angka pemakaian popok pada bayi di Indonesia masih sebesar 35%, sedangkan Jepang sudah mencapai 100%.

Pabrik popok Goon yang berada di Bekasi Industrial Estate itu akan fokus pada pemasaran di dalam negeri dan pihaknya masih mengkaji rencana mengekspor produknya ke luar negeri. Namun, bahan baku masih diekspor dari Jepang dan Thailand 100%.

Kami fokus pada masalah kualitas, maka untuk bahan baku kami masih mengambil dari Jepang dan Thailand karena sudah lebih dulu membangun pabrik di sana, kecuali untuk pulp. Targetnya, kami bisa memenuhi Tingkat Kandungan Dalam Negeri sebesar 90%, ujarnya.

Dia mengatakan perusahaannya berencana mengembangkan produk lain, seperti popok dewasa, pembalut wanita, tisu toilet, dan tisu basah.

Pabrik tersebut telah menyerap tenaga kerja sebanyak 650 tenaga kerja lokal. Pabrik seluas 39.000 meter itu didukung oleh tiga mesin aktif yang mampu memproduksi popok sebanyak 500 unit per menit dan berencana menambah lima mesin nantinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri popok
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top