Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tol Laut Harus Menjadi Solusi Rantai Pasok, Tak Hanya Solusi Transportasi

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita menilai indikator keberhasilan tol laut adalah harga barang pokok dan konsumsi turun terutama di daerah dan desa-desa yang dilalui jalur tol laut. Selain itu, inflasi di daerah tersebut juga turun.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 25 Januari 2016  |  09:15 WIB
Salah satu indikator keberhasilan tol laut adalah turunnya harga barang pokok dan konsumsi - ilustrasi
Salah satu indikator keberhasilan tol laut adalah turunnya harga barang pokok dan konsumsi - ilustrasi

Bisnis.com, Jakarta - Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita menilai indikator keberhasilan tol laut adalah harga barang pokok dan konsumsi turun terutama di daerah dan desa-desa yang dilalui jalur tol laut. Selain itu, inflasi di daerah tersebut juga turun.

Program kapal ternak, imbuhnya, juga belum berdampak pada harga sapi yang masih tinggi. Menurutnya, tol laut tidak hanya berupa solusi transportasi tetapi harus berupa solusi rantai pasok sehingga penurunan harga di kawasan Indonesia Timur bisa dicapai.

"Kalau tol laut hanya untuk solusi transportasi saja tidak akan memberikan dampak ekonomi yang diharapkan," katanya, di Jakarta, Minggu (24/1/2016).

Sebelumnya, Direktur Transportasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Prihartono menuturkan konsep Tol Laut yang telah dimulai pada tahun lalu harus dievaluasi sehingga perlu ditentukan indikator yang akurat untuk menilai keberhasilan tol laut.

Dia mengatakan salah satu indikator yang paling potensial untuk mengukur program tol laut adalah penurunan biaya logistik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Secara makro, pemerintah menargetkan dapat menurunkan biaya logistik dari 27% terhadap PDB menjadi 20%.

Kalau secara makro penurunan biaya logistik ya, tapi inputnya macam-macam bisa pembangunan pelabuhan, kapal besar, subsidi dan kebijakannya, rute berjadwal, dan bagaimana barang bisa diantar sampai ke pinggiran dengan pelayaran rakyat, ucapnya.

Pemerintah akan menggelontorkan Rp700 triliun dalam pembangunan periode jangka menengah 2015-2019 untuk kebutuhan infrastruktur tol laut.

Kebutuhan terbesar digunakan untuk pembangunan 24 pelabuhan strategis yang mencapai Rp243,6 triliun disusul pembiayaan pengembangan pelabuhan nonkomersil sebanyak 1.481 pelabuhan senilai Rp148,1 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tol Laut
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top