Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program Penyerapan Lapangan Kerja Tahap III Diluncurkan

Pemerintah meluncurkan program Investasi Ciptakan Lapangan Kerja Tahap III yang akan menambah lapangan kerja di kawasan timur Indonesia.
Shahnaz Yusuf
Shahnaz Yusuf - Bisnis.com 23 Januari 2016  |  02:45 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, WONOGIRI – Pemerintah meluncurkan program Investasi Ciptakan Lapangan Kerja Tahap III yang akan menambah lapangan kerja di kawasan timur Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan bahwa dalam tahap ketiga dari program tersebut, ada 10 perusahaan yang terlibat dengan rencana investasi senilai Rp12,5 triliun dan menyerap 11.727 tenaga kera.

“Sepuluh perusahaan tersebut sekarang dalam tahap konstruksi. Ada di Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua,” ujarnya, Jumat (22/1/2016).

Adapun perusahaan tersebut berasal dari sektor hotel, perkebunan, pembangkit listrik, industri garam, pertambangan dan kelapa sawit.

Dia menekankan pengambilan fokus wilayah Indonesia Timur merupakan upaya BKPM untuk mendukung fokus pemerintah untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah.

“Selain itu, program ini juga ingin menunjukkan bahwa Indonesia Timur masih menarik bagi investor asing maupun dalam negeri,” tambahnya.

Dua tahap sebelumnya telah diluncurkan pada Oktober dan November 2015, dengan total target serapan tenaga kerja hingga 2019 mencapai 146.000 orang dan diikuti oleh 30 perusahaan.

Adapun realisasi serapan tenaga kerja dari dua tahapan sebelumnya saat ini mencapai 29.788 tenaga kerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi kawasan timur indonesia lapangan kerja
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top