Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Go-Jek Latih 30.000 Pengendara Bersama Rifat Sungkar

Perusahaan aplikasi yang menawarkan berbagai layanan, Go-Jek, mengklaim telah melatih hampir 30.000 pengendara dari total 200.000 pengendara yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 24 November 2015  |  16:45 WIB
Nadiem Makarim, CEO PT Go/Jek Indonesia, bersama Rifat Sungkar
Nadiem Makarim, CEO PT Go/Jek Indonesia, bersama Rifat Sungkar

Bisnis.com, TANGERANG--Perusahaan aplikasi yang menawarkan berbagai layanan, Go-Jek, mengklaim telah melatih hampir 30.000 pengendara dari total 200.000 pengendara yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.

Nadiem Makarim, CEO PT Go-Jek Indonesia, mengatakan program pelatihan keamanan mengemudi ini melibatkan Rifat Driver Labs yang dimotori oleh pebalap Rifat Sungkar. Pelatihan meliputi teori dan sesi praktik yang dilakukan dalam sehari sekitar 8 jam.

Pada sesi teori, pengendara Go-Jek diberikan pengetahuan dasar seperti riding objective, data kecelakaan di jalan raya, inspeksi sebelum perjalanan, cara mengemudi yang aman dan nyaman, dan teknik mengendarai. Setelah itu, sesi praktik meliputi keseimbangan dalam berkendara, mengerem, cara mengendarai saat melewati polisi tidur, dan lain-lain.

"Bukan hanya untuk meningkatkan keamanan tapi kualitas individu driver. Keamanan bukan hanya metode dan sekadar mengikuti peraturan. Yang penting kualitas mindset," katanya dalam konferensi pers di Lapangan Bandar Udara Pondok Cabe, Tangerang, Selasa (24/11/2015).

Program bertajuk street smart program ini diluncurkan pada Juni 2015. Sebagai rekan latih, Rifat Sngkar menuturkan sasaran utama dari pelatihan ini menghasilkan pengemudi kendaraan roda dua yang bertanggungjawab, sadar, sabar, dan punya rasa memiliki serta empati.

Pengemudi yang lolos pelatihan dan mendapat skor baik akan memperoleh sertifikat kompetensi yang menyatakan pengendara Go-Jek adalah pengemudi yang terlatih. Dia berharap hal ini akan semakin menyadarkan masyarakat luas pengguna sepeda motor untuk lebih perhatian terhadap keselamatan berkendara.

"Ada bagian sesi praktik yaitu commentary riding, penilaian bersikap di jalan raya. Seperti bermanuver masuk ke pertigaan, bunderan, nyusul kendaraan. Semua langsung dinilai secara real time dengan tablet," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rifat sungkar Gojek
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top