Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Permintaan Gandum Asia Diprediksi Turun

Fluktuasi nilai tukar mata uang negara-negara Asia terhadap dolar Amerika Serikat diprediksi akan menurunkan permintaan impor gandum regional ini.
Ilustrasi/Artisanfoodandlaw
Ilustrasi/Artisanfoodandlaw

Bisnis.com, SINGAPURA – Fluktuasi nilai tukar mata uang negara-negara Asia terhadap dolar Amerika Serikat diprediksi akan menurunkan permintaan impor gandum regional ini. Sepanjang 2015, impor gandum Asia diproyeksikan turun 5%-8%.

Ekonom Agrocrop International, Vijay Iyengar mengatakan, dampak paling nyata terlihat pada Indonesia yang merupakan negar apengimpor gandum terbesar kedua di Asia, disusul penurunan impor gandum oleh Malaysia dan Thailand.

“Permintaan impor gandum akan turun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah turun 19% sepanjang 2015, nilai tukar ringgit anjlok 28%, sedangkan Thailand yg mengimpor gandum AS cukup besar, nilai tukar mata uangnya telah melemah 11%,” ungkap Iyengar seperti dikutip Bisnis dari Reuters, Rabu (21/10).

Pelemahan nilai tukar yang masih mungkin terjadi membuat negara-negara importir gandum lebih waspada. Menurut data US Department of Agriculture, Asia mengimpor 42,74 juta ton biji gandum selama pertengahan tahun 2014 hingga pertengahan tahun ini.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Amran Sulaiman pun menyorot tingginya impor gandum Indonesia. Dia kini tengah meminta jajarannya untuk melakukan penelitian mengenai kesesuaian penanaman gandum di tanah dan cuaca tropis seperti di Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dara Aziliya
Editor : Rustam Agus
Sumber : Reuters
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper