Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KERETA CEPAT: RI-China Bentuk Perusahaan Konsorsium

Konsorsium antara BUMN Indonesia yaitu PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) bersama-sama dengan perusahaan China Railway International Co Ltd dari Republik Rakyat Tiongkok dibentuk untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Oktober 2015  |  12:52 WIB
Kereta cepat China - china.org.cn
Kereta cepat China - china.org.cn

Bisnis.com, JAKARTA - Konsorsium antara BUMN Indonesia yaitu PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) bersama-sama dengan perusahaan China Railway International Co Ltd dari Republik Rakyat China dibentuk untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Ini adalah episode baru dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur transportasi perkeretaapian," kata Chairman PSBI Sahala Lumban Gaol dalam acara penandatanganan "joint venture" antara kedua belah pihak, Jumat (16/10/2015).

Menurutnya, kerja sama yang dibangun antara pihak BUMN Indonesia dengan pihak perusahaan perkeretapian China itu menjadi model bisnis yang mengutamakan komersialisasi serta tidak memberatkan APBN.

Selain itu, lanjutnya, kerja sama konsorsium tersebut juga dinilai tidak akan mengganggu pemerintah RI, karena tidak mengggunakan jaminan dari pemerintah karena skemanya adalah murni antarbisnis.

Dia berharap pembangunan kereta cepat hasil kerja sama tersebut tidak hanya sebatas kereta cepat Jakarta-Bandung, tetapi diharapkan juga bisa menyebar kepada pembangunan di daerah lainnya.

Konsorsium gabungan untuk membangun kereta cepat tersebut dinamakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), dengan saham kepemilikan dibagi antara PSBI dan pihak China.

Secara terperinci, sekitar 40% dari saham KCIC dimiliki oleh China Railway International, sedangkan 60% persen dimiliki PSBI.

PSBI itu sendiri merupakan perusahaan yang merupakan gabungan dari empat BUMN yaitu PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya, PTPN VIII dan PT Jasa Marga.

Komposisi penyertaan saham pada PSBI adalah Wijaya Karya menguasai 38% atau Rp1,710 triliun, KAI dan PTPN VIII sebesar 25% atau Rp1,125 triliun dan Jasa Marga sebesar 12% atau Rp540 miliar.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, jika megaproyek kereta cepat menimbulkan kerugian konsorsium BUMN Indonesia, pemerintah tidak akan mengalokasikan bantuan anggaran sepeserpun.

"Mereka harus selesaikan urusannya sendiri," kata Bambang di Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Mengutip Perpres No. 107/2015 mengenai Sarana dan Prasarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Bambang mengatakan, pendanaan dan risiko finansial dari megaproyek yang mayoritas didanai dari pinjaman China itu, sepenuhnya ditanggung konsorsium BUMN.

Bahkan, kata Menkeu, pemerintah juga tidak akan menanggung, jika konsorsium BUMN mengalami kesulitan untuk mengembalikan pinjaman China itu. "Pokoknya tidak ada dari APBN," ujar Bambang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top