Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kata Ganjar Pranowo Ada yang Istimewa dari Klaten, Apa Itu?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Klaten, sebagai salah satu pusat produksi tempe, mempunyai keistimewaan.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 15 Oktober 2015  |  02:16 WIB
Kata Ganjar Pranowo Ada yang Istimewa dari Klaten, Apa Itu?
Pekerja melakukan pencampuran kedelai, sebagai bahan dasar untuk membuat tempe dan tahu, di Ngoto, Bantul, Yogyakarta, Selasa(24/3/2015). - JIBI/Juli Nugroho
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah, produsen tempe, dan masyarakat diimbau untuk mendukung pengajuan tempe agar diakui UNESCO sebagai warisan budaya nonbenda.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Klaten, sebagai salah satu pusat produksi tempe, mempunyai keistimewaan.

“Ternyata Kabupaten Klaten ada sesuatu yang istimewa dan layak menjadi warisan budaya dunia dari Indonesia,” kata Ganjar dalam Workshop dan Sosialisasi Tempe di Kantor Badan Ketahanan Pangan Jateng, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng, Rabu (14/10/2015).

Dia menambahkan, saat ini semua pihak harus mendukung dan mempromosikan tempe agar digemari dan dikenal pada taraf internasional. Untuk itu, menurutnya, perlu ada upaya meramu berbagai varian rasa serta kemasan.

Selain itu, para perajin juga harus menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dalam pembuatan tempe. Lebih lanjut, Pemprov Jateng berencana membangun monumen yang menjadi simbol bahwa Klaten adalah daerah produsen sejak zaman penjajahan Belanda.

“Jika perlu membangun museum tempe. Tak hanya menceritakan tentang sejarah dan asal-usul tempe, tapi juga memamerkan proses pembuatan dari paling tradisional hingga teknologi modern,” tutur Ganjar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng tempe klaten
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top