Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WKP Danau Ranau Dilelang Ulang

Pemerintah terpaksa melakukan lelang ulang wilayah kerja panas bumi Danau Ranau dengan kapasitas 110 megawatt (MW) lantaran peserta lelang tidak memenuhi kuantitas yang seharusnya.
Annisa Lestari Ciptaningtyas
Annisa Lestari Ciptaningtyas - Bisnis.com 19 September 2015  |  18:31 WIB
Salah satu konsesi panas bumi. - JIBI
Salah satu konsesi panas bumi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah terpaksa melakukan lelang ulang wilayah kerja panas bumi Danau Ranau dengan kapasitas 110 megawatt (MW) lantaran peserta lelang tidak memenuhi kuantitas yang seharusnya.

Seperti diumumkan dalam situs resmi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahwa lelang tersebut gagal. Awalnya lelang WKP yang berlokasi di Sumatra Selatan ini telah dilakukan pada periode Juli hingga Agustus 2015, tetapi peserta yang mendaftar hingga pendaftaran lelang ditutup hanya satu perusahaan, yakni PT  Sari Prima Energi.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal  EBTKE Kementerian ESDM Yunus Saifulhak menjelaskan pihaknya akan melelang ulang WKP Danau Ranau pada pekan terakhir September 2015. "Danau Ranau dilelang ulang karena yang daftar hanya satu. Kemungkinan pekan terakhir September."  Namun, pihaknya mengatakan pengumuman pemenang diharapkan tetap dapat dilakukan pada akhir Desember 2015. Untuk WKP Danau Ranau akan memiliki luas 8.561 hektare (ha) dan ditargetkan beroperasi pada 2022 dengan harga listrik US$14,6 sen/kilowatthour (kWh) sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 17/2014.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lelang wkp
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top