MUSIM TANAM: Petani Diimbau Tanam Padi Serentak

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat meminta petani untuk melakukan penanaman padi serentak guna menekan gagal panen saat musim hujan.
Petani di Bekasi mengalami kekeringan dan menyebabkan kerugian hingga Rp3 juta per hektare./Ilustrasi-Muhamad Hilman
Petani di Bekasi mengalami kekeringan dan menyebabkan kerugian hingga Rp3 juta per hektare./Ilustrasi-Muhamad Hilman

Bisnis.com, BANDUNG - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat meminta petani untuk melakukan penanaman padi serentak guna menekan gagal panen saat musim hujan.

Ketua Harian HKTI Jabar Entang Sastraatmadja mengatakan penanaman serentak diperlukan mengingat musim kemarau panjang masih terjadi.

"Pengairan sawah saat ini bisa berbarengan. Nantinya, saat musim penghujan datang petani tinggal memanen sawahnya," ujarnya, Kamis (3/9/2015).

Kendati demikian, pemerintah tetap perlu terjun ke lapangan untuk mempersiapkan sarana dan prasarana seperti keterserdiaan pompa dan aliran irigasi yang cukup agar pengairan terhadap areal pesawahan tetap maksimal.

Selama ini pemerintah hanya mengandalkan imbauan tanpa memastikan langsung keadaan di lapangan, sehingga petani kerap kesulitan menentukan waktu penanaman.

Pemerintah Provinsi Jabar menyatakan meskipun musim kemarau masih berlangsung, para petani diminta bersiap menghadapi datangnya musim penghujan. 

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan lahan kekeringan di Jabar sudah mencapai 78.000 hektare (ha) dengan kategori ringan, sedang hingga berat. Adapun luasan lahan yang puso mencapai 7.000 ha.

Menurutnya, lahan yang mengalami kekeringan masih berpotensi untuk dipanen meskipun pasokan air semakin menipis.

Sebagian besar kekeringan terjadi di wilayah utara Jabar, sedangkan wilayah selatan masih relatif aman karena pasokan air dapat mencukupi kebutuhan lahan pertanian.

"Selain daerah selatan, beberapa daerah masih bagus pasokan airnya seperti Garut, Kuningan, Purwakarta, dan Tasikmalaya," ujarnya.

Menurutnya, kekeringan tahun ini diperkirakan akan membuat masa tanam menjadi molor. Para petani akan lebih dulu menunggu kedatangan hujan untuk memulai lagi penanaman.

Pemprov sendiri sudah mengajukan usulan kepada pemerintah pusat untuk membuat hujan buatan, tetapi belum bisa dipastikan pelaksanannya karena harus mengikuti perkembangan cuaca juga. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper