Bisnis.com, KUALA LUMPUR– Pemerintah Malaysia menilai kondisi pasar global saat ini tidak seburuk pada saat krisis 1998.
Menurut Perdana Menteri Malaysia Mohd. Najib Bin Tun Haji Abdul Razak, saat ini posisi Malaysia lebih kuat dibandingkan ketika menghadapi krisis pada periode 1997-1998.
“Dalam 15 tahun, kami telah melakukan reformasi struktural di pasar finansial maupun perbankan,” ujarnya saat pembukaan World Capital Market Symposium 2015, Kamis (3/9/2015).
Hal itu, lanjutnya, ditandai dengan penggunaan regulasi yang mengacu pada standar internasional serta reformasi di bidang corporate governance.
Dia menjelaskan pasar obligasi berdenominasi ringgit Malaysia saat ini mencapai 1,1 triliun ringgit, atau yang terbesar ketiga di Asia.
Sementara itu, nilai pasar saham Malaysia tercatat 1,5 triliun ringgit, jauh lebih tinggi dibandingkan pada 1998 yang hanya 175 miliar ringgit. Kedua hal ini, lanjutnya, menjadi bukti pasar modal di negara tersebut sudah cukup dalam.
“Pada saat yang sama, kami juga menjaga bisnis para broker agar beroperasi pada gearing level 0,1 kali, jauh lebih rendah dibandingkan pada 1998 sebesar 1,3 kali,” paparnya.