Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program SALP Dorong Produktivitas Pangan di Sumut

Perusahaan agribisnis Monsanto Indonesia bekerja sama dengan Conservational Indonesia menggelar program SALP untuk meningkatkan produksi bahan pangan selain melindungi keanekaragaman hayati di Kabupaten Pakpak Bharat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 Agustus 2015  |  04:21 WIB
Foto ilustrasi tanaman jagung.  - Bisnis /yn
Foto ilustrasi tanaman jagung. - Bisnis /yn
Bisnis.com, Pakpak Barat, SUMUT -- Perusahaan agribisnis Monsanto Indonesia bekerja sama dengan Conservational International Indonesia (CI) menggelar program Sustainable Agriculture Landscape Partnership (SALP) guna meningkatkan produksi komoditas pangan lokal selain melindungi keanekaragaman hayati di Kabupaten Pakpak Barat, Sumatera Utara.
 
CEO Monsanto Indonesia Mauricio Amore mengatakan untuk jangka panjang program tersebut tidak saja bertujuan meningkatkan produk pertanian dan tata ruang, namun juga untuk swasembada pangan. Melalui program SALP, ujarnya, para petani berperan sebagai penjaga konservasi lingkungan dengan tingkat pendapatan yang yang lebih baik.
 
"Bahkan lebih dari itu, para petani juga memiliki kemampuan beradaptasi untuk peribahan iklim melalui program yang sudah dimulai sejak 2013 tersebut," ujarnya pada peluncuran program kedua SALP tadi malam, Senin (24/8/2015). Sebelumnya program yang sama telah berhasil di laksanakan di negara lain seperti di wilayah Serado, Brasil.
 
Sejumlah komoditas yang dikembangkan di Kabupaten Pakpak Bharat melalui kerjasama dengan Pemda setempat termasuk jagung, kopi, jeruk dan gambir. Melalui praktik terbaik (best practice) yang diterapkan, sejauh ini telah terjadi peningkatan produksi jagung 30% hingga 100% di wilayah itu.
 
Sementara itu, Project Manager lembaga swadaya masyarakat CI Indonesia Fitri Hasibuan mengatakan bahwa Pakpak Bharat merupakan salah satu dataran tinggi di Sumatera Utara yang memiliki lahan pertanian dan hutan yang sangat luas. Delapan puluh persen dari wilayah itu merupakan kawasan hutan dan pada umumnya pekerjaan masyarakat sehari hari adalah bertani.
 
Menurutnya, sejak program itu dijalankan pada 2013, para petani telah mampu meningkatkan produksi jagung mereka dari tiga hingga empat ton per hektare hingga tujuh sampai sampai delapan ton per hektare. Hanya saja dia berharap ke depan program kerjasama tersebut tidak saja berhasil menaingkatkan poduksi pangan dan pelestarian lingkungan namun juga bisa membantu para petani dalam memasarkan hasil produksi mereka.
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

monsanto produksi pangan
Editor : Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top