Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kab. Malang Diprediksi Surplus Gula 250.000 Ton pada 2015

Kabupaten Malang mengalami surplus gula sebesar 250.000 ton lebih pada 2015 karena adanya insentif dari pemerintah berupa bantuan bongkar atun dan sarana produksi.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 24 Juli 2015  |  19:04 WIB
Gula - Ilustrasi
Gula - Ilustrasi

Bisnis.com, MALANG - Kabupaten Malang diperkirakan mengalami surplus gula di atas 250.000 ton lebih pada 2015 karena adanya insentif dari pemerintah berupa bantuan bongkar atun dan sarana produksi.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Malang Tomie Herawanto mengatakan bantuan tersebut direalisasikan pada 2014, tapi dampaknya dirasakan pada 2015.

“Pada 2014, surplus gula di Kab. Malang mencapai 250.000 ton sehingga pada tahun ini diperkirakan angka surplus bisa melebihi realisasi tahun lalu,” kata Tomie di Malang, Jumat (24/7/2015).

Yang juga menggembirakan, tuturnya, harga lelang di tingkat pabrik gula relatif bagus, yakni di kisaran Rp9.500-Rp9.700 per kg di atas harga patokan produksi yang ditetapkan sebesar Rp9.500 per kg.

“Bahkan petani memperkirakan harga lelang bisa menembus angka Rp10.000 per kg karena permintaan gula kristal lokal cukup bagus,” ujarnya.

Total produksi gula di Kab. Malang pada 2014 mencapai 500.000 ton dan dikurangi kebutuhan konsumsi lokal sebesar 250.000 ton sehingga surplus 250.000 ton.

Produksi gula sebanyak berasal dari tebu yang ditanam seluas 45.000 hektare, sedangkan lahan yang bisa ditanami tebu mencapai 70.000 hektare.

Jika lahan seluas ditanami semua dengan komoditas tebu, surplus gula dari Kab. Malang akan semakin besar.

Namun, lanjut dia, petani khawatir dengan kebijakan pemerintah yang membuka keran impor gula rafinasi yang hingga mencapai sebesar 2,21 juta ton.

Yang menjadi pertanyaan, kuota sebesar itu apakah benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri makanan dan minuman.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula surplus
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top