Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Akan Bangun Pabrik Pupuk Organik di Aceh

Kementerian Perindustrian menyatakan pada 2016 akan bekerja sama dengan PT Pupuk Iskandar Muda, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia, membangun pabrik pupuk organik di Provinsi Aceh.
Muhammad Abdi Amna
Muhammad Abdi Amna - Bisnis.com 22 Juli 2015  |  07:59 WIB
Ilustrasi - Antara/Ekho Ardiyanto
Ilustrasi - Antara/Ekho Ardiyanto

Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Perindustrian menyatakan pada 2016 akan bekerja sama dengan PT Pupuk Iskandar Muda, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia, membangun pabrik pupuk organik di Provinsi Aceh.

Harjanto, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kemenperin, mengatakan pendirian pabrik pupuk organik ini merupakan pengganti atas program awal mendirikan pabrik pupuk NPK granulasi berkapasitas 100.000 ton per tahun dengan investasi Rp30 miliar.

“Sebelumnya dianggarkan Rp30 miliar untuk membangun pabrik pupuk NPK. Namun, PT Pupuk Indonesia rupanya juga berencana membangun pabrik pupuk NPK berkapasitas satu juta ton per tahun, maka agar tidak terjadi duplikasi kami mengubah program,” tuturnya belum lama ini.

Kerja sama pembangunan dan pengelolaan pabrik pupuk organik dengan PT Pupuk Iskandar Muda, menurutnya telah disepakati secara informal oleh pimpinan PT Pupuk Indonesia. Kelak pabrik pupuk organik ini akan tersebar di sejumlah kabupaten.

Oleh karena itu, Kemenperin telah meminta PT Pupuk Indonesia membuat studi kelayakan agar pembangunan pabrik dapat langsung dieksekusi pada awal 2016. Pabrik ini akan menggunakan teknologi baru dengan serapan energi rendah.

Dia mengatakan perubahan program dari pembangunan pabrik pupuk NPK granulasi menjadi pupuk organik juga didasari tingginya harga gas sebagai bahan baku produksi serta ketidakstabilan pasokan gas di Aceh.

Berdasarkan perhitungan Kemenperin, jika pabrik NPK dibangun di Aceh, maka harga pupuk yang dihasilkan mencapai Rp6.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai tidak kompetitif dan memberatkan para petani.

“Maka kami cari terobosan bagaimana caranya agar industri dan perekonomian Aceh dapat cepat berkembang, serta petani mendapat pasokan pupuk yang sesuai. Pupuk organik dinilai paling tepat,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk
Editor : Andhina Wulandari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top