Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kalah Prioritas dari Pangan, Bisnis Properti Melambat April-Juni

Bank Indonesia Provinsi Banten mencatat pertumbuhan bisnis properti pada April – Juni di kurang greget dibandingkan dengan triwulan pertama. Pada Januari - Maret tahun ini tumbuh 4,31% sedangkan selama triwulan kedua 4%.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 22 Juli 2015  |  09:37 WIB
Foto ilustrasi proyek properti.  -
Foto ilustrasi proyek properti. -

Bisnis.com, TANGERANG—Kedatangan bulan puasa dan Idulfitri pada tengah tahun ini ikut memperlambat laju sektor properti di Provinsi Banten pada awal semester II/2015.

Bank Indonesia Provinsi Banten mencatat pertumbuhan bisnis properti pada April – Juni di kurang greget dibandingkan dengan triwulan pertama. Pada Januari - Maret tahun ini tumbuh 4,31% sedangkan selama triwulan kedua 4%. 

Properti termasuk sektor belanja yang relatif dapat ditunda. Masyarakat cenderung mengutamakan pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan selama puasa dan Lebaran. Walhasil tak aneh apabila masyarakat cenderung menunda rencana pembelian rumah.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adri menyatakan Ramadan dan lebaran sebetulnya bukan faktor utama yang menahan laju perkembangan usaha di bidang properti, momentum ini hanya salah satu aspek pendorong.

"Orang beli properti bisa ditunda. Karena para investor dan masyarakat memang sedang wait and see, termasuk karena soal PPh 22," tuturnya kepada Bisnis, Selasa (22/7/2015).

Selain kondisi makro ekonomi, perlambatan bisnis properti juga terpengaruh beberapa kebijakan pemerintah. Salah satunya ketidakpastian perubahan peraturan perpajakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) plus penetapan batasan barang sangat mewah senilai Rp5 miliar.

Peraturan Dirjen Pajak No. PER-19/PJ/2015 memberi sinyal patokan batasan pengenaan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) adalah hunian di bawah Rp5 miliar (sebelum PPN dan PPnBM). Hunian ini juga kena Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

summarecon agung sektor properti provinsi banten
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top