Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tanpa Timbal, Penjualan Baterai Panasonic Tumbuh Double Digit

Memproduksi baterai yang lebih ramah lingkungan, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia pertumbuhan penjualan di atas 10% tahun ini.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 11 Juni 2015  |  18:44 WIB
Tanpa Timbal, Penjualan Baterai Panasonic Tumbuh Double Digit
Ilustrasi

Bisnis.com, BEKASI - Seiring dengan tren penggunaan baterai yang lebih ramah lingkungan, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia mematok pertumbuhan penjualan di atas 10% pada tahun ini.

Associate Director PT Panasonic Gobel Energy Indonesia (PECGI) Hantara mengatakan kehadiran baterai tanpa timbal, menjadi terobosan Panasonic untuk menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan.

Pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada kinerja ekspor yang berkontribusi sebesar 85% dari total produksi, tetapi juga dari penjualan domestik.

“Kami akan terus berinvestasi dan meningkatkan teknologi, seiring dengan perkembangan pasar,” tuturnya di sela-sela kunjungan wartawan ke fasilitas produksi PT PECGI, Kamis (11/6/2015).

PECGI mengklaim berproduksinya pabrik baterai yang tidak menggunakan timbal, kadmium dan merkuri ini menjadi yang pertama di Indonesia.

Selain sudah tidak menggunakan zat yang tergolong limbah bahan berbahaya dan beracun, PECGI melengkapi kualitas baterai dengan menggunakan konstruksi metal jacket sebagai salah satu solusi meminimalisir kebocoran.

Kapasitas produksi PECGI sebesar 1,3 miliar pieces per tahun, sedangkan kapasitas terpasang berkisar 1 miliar pieces per tahun. Dari total produksi yang ada, kinerja penjualan tipe AAA memberikan kontribusi sebesar 30% atau menjadi yang terbesar dari varian produk lainnya.

Peralihan produksi baterai nontimbal di mulai pada tahun lalu, sekaligus menjadi momentum untuk menambah kapasitas produksi pabrik yang mampu memproduksi manganese dry battery, flashlights, lithium battery dan slide stand switch untuk sepeda motor.

Sayangnya, meskipun sudah melewati terobosan teknologi, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) beragam produk yang diproduksi masih minim. PECGI harus bergantung pada pasokan impor sebesar 70%, akibat minimnya pasokan komponen dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panasonic
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top