Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BKPM Optimistis Investasi di Industri Tekstil Melaju

Pemerintah yakin realisasi investasi sektor tekstil pada tahun ini meningkat seiring pertumbuhan industri yang kian gencar.
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 10 Juni 2015  |  14:05 WIB
BKPM Optimistis Investasi di Industri Tekstil Melaju
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani. - JIBI/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, UNGARAN - Pemerintah yakin realisasi investasi sektor tekstil pada tahun ini meningkat seiring pertumbuhan industri yang kian gencar.

Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan sesuai data, realisasi investasi PMDN sektor tekstil pada triwulan I/2015 senilai Rp455,1 miliar, lebih tinggi dari periode sama tahun sebelumnya Rp362,8 miliar.

"Untuk PMA sektor tekstil triwulan I/2015 mencapai US$63 juta, turun dari triwulan I periode 2014 yang mencapai US$99,9 juta," jelasnya dalam kunjungan di PT Semarang Garment, Kab. Semarang, Rabu (10/6/2015).

Franky menilai pertumbuhan industri tekstil tampak dari perluasan pabrik maupun masuknya usaha baru di sejumlah daerah, khususnya ke Jateng.

Ia menyatakan PT Semarang Garment merupakan salah satu PMA yang siap memperluas produksi dengan rencana membangun pabrik di wilayah Batang.

"Semakin industrinya berkembang maka akan mendorong realisasi investasi. Satu hal lagi, produk Semarang Garment 100% ekspor jadi akan memacu nilai ekspor juga," ujarnya.

Semarang Garment merupakan salah satu pabrik di kawasan berikat wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang. Perusahaan ini berada di bawah Kukdong Corporation dari Korra Selatan. Selain di Ungaran, pabrik milik Kukdong di Indonesia berada di Bekasi.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkpm Industri Tekstil
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top