Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kementerian ESDM Tidak Rekomendasikan Pembangunan Jembatan Selat Sunda. Ini Alasannya

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Kementerian ESDM tidak merekomendasikan pembangunan jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan Jawa dan Sumatera.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 02 Juni 2015  |  12:53 WIB
Kementerian ESDM Tidak Rekomendasikan Pembangunan Jembatan Selat Sunda. Ini Alasannya
Bagikan

Bisnis.com, CIREBON -- Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Kementerian ESDM tidak merekomendasikan pembangunan jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan Jawa dan Sumatera.

Riza Rahadiawan, Kasubdit Sarana Litbang P3GL mengatakan pembangunan jembatan Selat Sunda yang berada di atas Pulau Sangiang berbahaya tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga keselamatan pengguna. Menurutnya, arus laut di posisi tersebut sangat tinggi sehingga membahayakan.

"Kami tidak merekomendasikan pembangunan Jembatan Selat Sunda karena ada potensi risiko yang besar," katanya, Selasa (2/6/2015).

Dia mengatakan selain harus menghadapi tantangan berupa arus laut, potensi risiko juga datang dari Gunung Anak Krakatau yang masih aktif. Selain berpotensi memicu tsunami, pergerakan aktif Gunung Anak Krakatau juga akan memicu pergeseran lapisan di bawah laut.

Kajian jembatan Selat Sunda dimulai waktu Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Waktu itu, taipan Tomy Winata yang menggagas jembatan tersebut. Bahkan, sempat disebut-sebut Tomy merogoh kocek hingga Rp1 triliun untuk melakukan kajian jembatan itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jembatan selat sunda
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top