Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Properti di Pekalongan Ambles, REI: Program 1 Juta Rumah Cuma Pencitraan

Pembangunan properti di Kota Pekalongan Jawa Tengah tahun ini justru merosot 33% seiring dengan kelesuan kondisi ekonomi akibat dampak kenaikan harga bahan bakar minyak.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 25 Mei 2015  |  16:06 WIB
Rumah sederhana - Bisnis
Rumah sederhana - Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG - Pembangunan properti di Kota Pekalongan Jawa Tengah pada tahun ini diprediksi merosot 33% seiring dengan kelesuan kondisi ekonomi akibat dampak kenaikan harga bahan bakar minyak.

Kenaikan harga BBM berdampak sangat luas terhadap perekonomian di daerah yang menyebabkan harga bahan material meningkat signifikan.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota Pekalongan Ricsa Mangkulla menguraikan kenaikan bahan material untuk kebutuhan perumahan di wilayahnya berkisar 12%. Di samping itu, biaya produksi terkerek naik 10%.

Ricsa mengatakan pengusaha properti tahun ini hanya menyanggupi pembangunan rumah sebanyak 400 unit atau turun 33% dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya diangka 600 unit.

“Dalam kondisi ekonomi seperti ini, bisnis properti stagnan dan cenderung turun,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (25/5/2015).

Seiring dengan ambisi pemerintah mencanangkan program pembangunan sejuta rumah, Ricsa pesimistis program itu bakal terealisasi di beberapa daerah.

Kendalanya, lanjut dia, pengusaha properti kesulitan mencari lahan dengan harga tanah terjangkau. Rerata harga lahan tanah di pinggir kota sudah menembus angka Rp300.000 per meterpesegi.

Terlebih, harga itu belum termasuk biaya pengurukan, pembuatan akses jalan hingga ketersedian fasilitas sosial dan fasilitas umum.

“Kalau saya menilai, program pemerintah itu hanya pencitraan. Saya bertemu dengan anggota REI, mereka juga tidak mampu merealisasikan semuanya,” katanya.

Menurut Ricsa, program sejuta rumah mestinya didorong dengan upaya pemerintah menjaga kestabilan ekonomi dan menekan harga BBM. Pasalnya, kenaikan BBM akan merembet ke pelbagai sektor, termasuk upah pekerja bangunan.

Dalam kondisi seperti ini, ujarnya, pengusaha properti akan mendapatkan profit apabila menjual perumahan subsidi pada angka Rp120 juta-Rp130 juta/unit.

“Kalau harga rumah masih diangka Rp105 juta-Rp110 juta, ya kita enggak dapat apa-apa,” paparnya.

Sementara itu, PT Perumahan Saputra Raya mendukung program pemerintah dalam merealisasikan pembangunan sejuta unit rumah.

Amin Saputra, pengembang PT Perumahan Saputra Raya, mengatakan program pemerintah itu merupakan peluang bagus bagi perseroan untuk fokus menggarap pasar menengah ke bawah. Dia beralasan masih banyak keluarga baru belum memiliki rumah secara mandiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti pekalongan sejuta rumah
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top