Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BERAS SINTETIS: Terungkap, Hanya Terjadi di Indonesia

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparringa mengatakan, pihaknya menerima sampel beras plastik atau sintetis pada 19 Mei malam , dan telah dilakukan proses sesuai dengan prosedur baku. Dia menyebut, proses uji laboratorium tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati.
Muhammad Avisena
Muhammad Avisena - Bisnis.com 22 Mei 2015  |  18:17 WIB
BERAS SINTETIS: Terungkap, Hanya Terjadi di Indonesia
Mendag Rachmat Gobel (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Roy A. Sparringa (kanan) - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Kepala Badan  Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparringa mengatakan, pihaknya menerima sampel beras plastik atau sintetis pada 19 Mei malam , dan telah dilakukan proses sesuai dengan prosedur baku. Dia menyebut, proses uji laboratorium tersebut dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Dalam kasus ini kami tentu melakukan sangat hati-hati, karena uji laboratorium itu tak hanya mengetahui ada tidaknya plastik, tetapi lebih pada risiko apa kandungannya ketika dikonsumsi. Insya Allah hari ini selesai,” kata Roy.

Roy menyebut, dalam laporannya ke World Health Organization (WHO) terungkap bahwa kasus beras beras plastik ternyata baru terjadi di Indonesia, dan belum ada kasus serupa di negara lainnya.

Kasus beras plastik ini, menurutnya, merupakan kasus yang sangat penting, mengingat beberapa kasus sebelumnya seperti produk ilegal makanan, kosmetik, obat tradisional yang semuanya mengandung bahan kimia obat yang menimbulkan masalah serupa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras sintetis Beras Plastik
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top