Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasca Tragedi Germanwings, Pengawas Udara Disarankan Pakai Pengendalian Darat Darurat

Pengawas lalu lintas udara Jerman, DFS Deutsche Flugsicherung GmbH, menyarankan industri penerbangan dunia mempertimbangkan sistem pengendalian pesawat dari darat dalam kondisi darurat.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 16 April 2015  |  17:58 WIB
Petugas pencari korban Germanwings mengumpulkan puing pesawat yang jatuh dan meledak di Pegunungan Alpen Pransis - Mirror.co.uk
Petugas pencari korban Germanwings mengumpulkan puing pesawat yang jatuh dan meledak di Pegunungan Alpen Pransis - Mirror.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Pengawas lalu lintas udara Jerman, DFS Deutsche Flugsicherung GmbH, menyarankan industri penerbangan dunia mempertimbangkan sistem pengendalian pesawat dari darat dalam kondisi darurat.

Pernyataan yang dibuat oleh DFS Deutsche Flugsicherung GmbH ini berdasarkan pengalaman kasus Germanwings yang menewaskan 150 penumpang bulan lalu.

CEO DFS Deutsche Flugsicherung Klaus-Dieter Scheurle mengatakan teknologi untuk mengendalikan pesawat dari daratan sudah tersedia dan negara ini sudah memiliki drone.

“Jalannya masih panjang, sesuatu untuk dekade selanjutnya. Teknologi ini lebih komplek dan membutuhkan sertifikasi,” ujarnya seperti dikutip Bloomberg, Kamis (16/4).

Klaus-Dieter menambahkan langkah awal untuk teknologi ini akan sangat berat dengan melewati sejumlah pro dan kontra.

Bulan lalu, kopilot Germanwings secara sengaja menyabotase penerbangan Airbus A320 dengan menambrakannya ke Pegunungan Alpen setelah mengunci kapten pesawat di kokpit.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana mencegah insiden demikian.

Klaus-Dieter menjelaskan DFS tengah berpartisipasi bersama tim khusus yang dibentuk pemerintah mengevaluasi prosedur kokpit dan peraturan keselamatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

germanwings
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top