Pulau Buton Diusulkan Jadi Kawasan Industri Komoditas Aspal

Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara mengusulkan pembentukan kawasan industri strategis Pulau Buton untuk mengembangkan potensi 3,8 miliar ton aspal alam di pulau tersebut.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 07 April 2015  |  11:36 WIB
Pulau Buton Diusulkan Jadi Kawasan Industri Komoditas Aspal
Pemda Sulteng usulkan Pulau Beton jadi kawasan industri komoditas aspal - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-- Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara mengusulkan pembentukan kawasan industri strategis Pulau Buton untuk mengembangkan potensi 3,8 miliar ton aspal alam di pulau tersebut.

Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam mengatakan di dunia, hanya ada dua kawasan yang menyimpan cadangan aspal alam, yakni di Buton, Sulteng dan Trinidad, Kanada. Di Buton, cadangan aspalnya mencapai 3,8 miliar ton.

"Nilai ekonominya apabila diusahakan mencapai Rp2.301 triliun. Aspal komoditi strategis yang dibutuhkan nasional dan dunia, terutama untuk pembangunan jalan," ujarnya usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Selasa (7/4/2015).

Kendati memiliki potensi yang besar, baru 34 perusahaan yang melakukan usaha pertambangan aspal di Buton. Salah satunya BUMN PT Sarana Karya yang telah diakuisi oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. pada Januari 2014 senilai Rp50 triliun. Namun, infrastruktur pendukung dan teknologi pengolahan aspal di Buton diakui kurang memadai.

"Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama sesuai komitmen presiden, kami usulkan di Pulau Buton dibuat secara khusus kawasan industri nasional pengembangan aspal Buton," tuturnya.

Kawasan industri strategis aspal Buton yang diusulkan Pemprov Sulteng diharapkan meniru model Badan Otoritas di Pulau Batam, Kepulauan Riau. Dengan konsep ini, pemerintah dapat memegang kendali pengembangan industri pengolahan aspal di Buton.

Dengan pembentukan lembaga yang mewadahi kawasan industri Aspal Buton, pemda juga berharap dukungan infrastruktur jalan, kelistrikan, dan teknologi untuk mengembangkan industri pengolahan aspal.

Nur Alam menambahkan apabila dikembangkan dengan optimal, produksi aspal Buton dapat menyuplai kebutuhan aspal nasional yang mencapai 2 juta ton/tahun atau senilai Rp22 triliun/tahun.

"Selama ini kita beli aspal cair dan kebanyakan impor. Kalau dikembangkan di Buton, kita bisa penuhi kebutuhan nasional dan bahkan ekspor," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aspal buton, aspal

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top