Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menyimak Gagasan Kasino di Ujung Bitung

Pembangunan kasino berikut fasilitas hiburan yang lain di Pulau Lembeh, Sulawesi Utara, direncanakan sebagai bagian dari program pembangunan jangka panjang Manado-Bitung.
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  20:09 WIB

Kabar24.com, JAKARTA--Berbeda dengan  tambang yang akan tutup setelah eksplorasi selama sepuluh atau sekian belas tahun saat konsentrat habis, bisnis kasino tidak akan tutup sampai kiamat, malah mungkin akan semakin ramai ketika mendekati kiamat.

Demikian seloroh bernada getir yang disampaikan oleh Dolfie Maringka, Direktur Pengembangan Usaha Badan Pengelola Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Manado Bitung.

Kalimat itu merujuk pada ide pengembangan kasino dan kawasan hiburan yang digagas sejak belasan tahun lalu tetapi selalu kandas.

Dolfie menceritakan mimpinya mengembangkan sebuah kawasan hiburan berstandar internasional di Pulau Lembeh, sebuah pulau kecil yang berlokasi di ujung Kota Bitung, Sulawesi Utara. Pulau seluas 50,90 kilometer persegi tersebut berjarak sekitar 2 kilometer dari kawasan pelabuhan Bitung.

Menurut Dolfie, Pulau Lembeh dapat dikembangkan menjadi sebuah pusat hiburan terintegrasi, mulai dari resort, taman hiburan anak-anak, wisata air, lapangan golf, convention center, dan kasino sebagai pusatnya. Ide dasarnya mirip seperti kawasan hiburan di Genting Island Malaysia atau Macau.

Ide itu sudah tercetus sejak belasan tahun lalu. Bahkan, pada 2003, DPRD Kota Manado telah menyetujui rencana pembangunan kasino. Namun usulan itu kemudian kandas ketika menabrak tembok perizinan di Kementerian Dalam Negeri.

“Pengajuan izin dikembalikan,” katanya kepada Bisnis, Rabu (29/1).

Era kepemimpinan Presiden Joko Widodo membawa angin segar untuk meniupkan kembali mimpi lama yang sesungguhnya tak pernah benar-benar mati. Dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif diyakini akan menjadi pintu masuk bagi teralisasinya mimpi tersebut.

Pusat hiburan terpadu di Pulau Lembeh diharapkan mampu menarik wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, untuk masuk dan berlama-lama tinggal di Sulawesi Utara.

Jika pada Januari 2015 menurut data Badan Statistik (BPS) jumlah wisman ke Sulut hanya mencapai 1.694 orang, maka jumlah tersebut akan melonjak berkali lipat setelah ada pusat hiburan terintegrasi.

Dalam skala yang lebih besar, melonjaknya jumlah wisatawan dipercaya akan menggerakkan roda perekonomian. Bukan hanya di Pulau Lembeh, tapi juga Bitung, dan Sulawesi Utara secara keseluruhan.

Rencana pengembangan pusat hiburan di Pulau Lembeh, menurut Dolfie, telah direspons positif oleh calon-calon investor dari luar negeri.

Saat Dolfie bersama tim Kapet Manado-Bitung melakukan safari mencari investor untuk membiayai proyek pembangunan jalan tol dan kawasan ekonomi khusus, para calon investor tersebut justru menanyakan potensi investasi di sektor hiburan.

“Ada kasino tidak? Mereka, investor dari Korea dan China, tanya begitu,” katanya, sambil tergelak.

Bicara tentang pembangunan kasino, atau pusat perjudian, tentu bukan perkara mudah. Diakui Dolfie, dalil agama, hukum, dan budaya, hingga kini masih menjadi penghambat.

DKI Jakarta, di masa kepemimpinan Ali Sadikin, pernah memiliki pusat perjudian. Legalisasi perjudian membuat pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk memungut pajak. Namun dengan berbagai alasan, pusat perjudian itu pun akhirnya ditutup. Wacana pendirian kasino di Jakarta telah beberapa kali muncul, namun tak pernah berhasil terealisasi.

Jika kasino didirikan di Pulau Lembeh, Dolfie menilai hambatan terkait dengan agama tidak akan terlalu gencar. Apalagi jika diberlakukan restriksi yang ketat, sebagaimana dilakukan oleh pemerintah Malaysia.

“Yang merasa kasino bertentangan dengan ajaran agama ya tidak usah masuk,” ujarnya.

Pembangunan kasino berikut fasilitas hiburan yang lain di Pulau Lembeh, direncanakan sebagai bagian dari program pembangunan jangka panjang Manado-Bitung. Pusat hiburan ini akan melengkapi lanskap pengembangan wilayah yang akan dimulai dari pembangunan tol sepanjang 39 kilometer yang menghubungkan Manado dengan kawasan pelabuhan Bitung.

Merujuk pada grand design pengembangan wilayah, tol Manado-Bitung yang membujur dari ujung barat ke timur Sulut akan dikelilingi oleh sejumlah titik penting seperti kawasan ekonomi khusus, bendungan, dan pembangkit listrik geothermal. Sebuah pusat hiburan akan menjadi pelengkap lanskap tersebut.

Jalan masih panjang untuk merealisasikan kasino di Pulau Lembeh. Dibutuhkan investasi besar untuk membangun sarana transportasi, infrastruktur dasar, serta pusat hiburan terintegrasi. Namun, seperti kata Dolfie, seberapapun besar nilai investasi bukan menjadi masalah selama ada kepastian hukum dari pemerintah. Calon investor sudah menunggu…

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitung kasino kasino
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top