Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Jateng Melonjak, Ini Biang Keladinya

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyimpulkan inflasi Jawa Tengah pada 2014 tercatat sebesar 8,22% year on year (y-o-y), atau lebih tinggi dibandingkan periode 2013 yang tercatat 8,06% y-o-y.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 29 Januari 2015  |  18:23 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, SEMARANG—Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyimpulkan inflasi Jawa Tengah pada 2014 tercatat sebesar 8,22% year on year (y-o-y), atau lebih tinggi dibandingkan periode 2013 yang tercatat 8,06% y-o-y.

Wakil Ketua TPID Jateng Iskandar Simorangkir mengungkapkan pemicu tingginya inflasi di wilayah ini berasal dari penyesuaian harga oleh pemerintah antara lain kenaikan tarif tenaga listrik, kenaikan LPG 12 kg, dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Kendati inflasi Jateng meningkat, ujarnya, posisinya masih berada di bawah inflasi nasional yang tercatat mencapai 8,36% y-o-y.

“Faktor lainnya, kejadian banjir di awal tahun di beberapa kabupaten atau kota di Jateng, serta kemarau panjang yang berdampak pada penurunan hasil panen dan kendala distribusi produk tanaman bahan makanan,” paparnya, Kamis (29/1/2015).

Iskandar mengatakan terdapat beberapa hal yang patut diwaspadai bersama di tahun ini yang dapat memberikan tekanan inflasi.

Kekhawatiran melonjaknya inflasi yaitu kenaikan tarif listrik, ketidakpastian produksi sektor pertanian dan pola musiman seperti hari raya keagamaan, khususnya perayaan Idul Fitri yang tahun ini akan jatuh sangat dekat waktunya dengan tahun ajaran baru pendidikan.

“Menimbang hal tersebut, TPID Jateng bersama TPID kabupaten/kota di enam kota pantauan inflasi merumuskan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan ke Gubernur Jateng,” papar Iskandar yang juga Kepala Perwakilan BI Provinsi Jateng.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inflasi jateng
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top