Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Target Setoran Cukai Rokok Terlalu Berat

Produsen rokok menilai kenaikan target penerimaan cukai sebesar Rp15,56 triliun merujuk kepada Nota Keuangan dan RPABN 2015 terlalu membebani harga jual rokok.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  00:53 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA— Produsen rokok menilai kenaikan target penerimaan cukai sebesar Rp15,56 triliun merujuk kepada Nota Keuangan dan RPABN 2015 terlalu membebani harga jual rokok.

Lonjakan triliunan rupiah itu setara dengan setoran cukai Rp136,12 triliun, sebelumnya dalam APBN dipatok Rp120,56 triliun. Kondisi menunjukkan betapa industri hasil tembakau jadi andalan Ditjen Bea dan Cukai dalam memenuhi target penerimaan kepabeanan dan cukai senilai Rp188,9 triliun.

Ketua Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti berharap tak ada kenaikan target setoran cukai rokok, menurutnya, angka Rp136,12 triliun dinilai terlalu besar.

“Kami belum tahu [bisnis akan bagaimana] kalau sampai naik jadi Rp136 T. Kami ingin tahu dulu alasan pemerintah, [reaksi kami] nanti tergantung alasan pemerintah,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (27/1/2015).

Produsen rokok sejauh ini belum menunjukkan reaksi negatif meski target setoran cukai rokok dalam RAPBNP 2015 naik. Semakin tinggi patokan penerimaan cukai yang ditetapkan pemerintah maka kewajiban produsen rokok semakin besar, mereka harus menggenjot penjualan lebih keras.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 205/PMK.011/2014 yang berlaku sekarang ditetapkan kenaikan Tarif Cukai Hasil Tembakau rerata 8,72%. Persentase ini bahkan lebih kecil ketimbang patokan awal sebesar 10,2% dengan alasan mempertimbangkan kelangsungan sigaret home industry.

“Sebetulnya untuk tarif cukai 8,7% bisa terima. Tapi kalau kenaikan target bisa pengaruhi penjualan dong. Kalau kenaikan target masih di kisaran inflasi masih bisa diterima,” ucap Muhaimin.

Apabila angka dalam RAPBNP disahkan artinya terjadi kenaikan target setoran cukai rokok sebesar 22,4% (yoy).

Pada sisi lain produsen sigaret kretek PT Wismilak Inti Makmur Tbk. mengaku tak bisa memperkirakan dampak kenaikan target penerimaan cukai rokok terhadap kinerja penjualan tahun ini. Perseroan merupakan produsen kretek premium merek Galan, Wismilak, dan Diplomat. (Bisnis.com)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Rokok industri hasil tembakau
Editor : Andhina Wulandari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top