Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terkontaminasi Bakteri, Impor Apel asal AS Diperketat

Pemerintah memperketat pemasukan importasi apel segar Amerika Serikat sebagai tindakan pengamanan setelah produk olahan apel dari negeri Paman Sam itu terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 26 Januari 2015  |  23:38 WIB
ilustrasi
ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah memperketat pemasukan importasi apel segar Amerika Serikat sebagai tindakan pengamanan setelah produk olahan apel dari negeri Paman Sam itu terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes.

Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini mengatakan berdasarkan notifikasi United States Department Agriculture (USDA) tertanggal 21 Januari 2015, pihak Amerika Serikat menyatakan produk olahan karamel apel positif terkontaminasi bakteri itu.

Jenis produk tersebut antara lain happy apple, carnival dan merbs candy (sejenis permen). Dampaknya, 32 pasien positif terjangkit Listeriosis yang mana 3 orang meninggal dunia di 11 Negara Bagian Amerika Serikat.

"Amerika Serikat secara sukarela melakukan penarikan (produk olahan dan produk segar) dan meminta kepada negara-negara dagang untuk mengambil langkah-langkah untuk pencegahan terjadinya penyakit Listeriosis," katanya, Senin, (26/1/2015).

Banun mengatakan USDA memang belum menemukan bakteri sejenis dalam produk apel segar, namun pihaknya akan memproteksi impor apel segar Amerika Serikat yang mencapai 30% dari total impor apel sebesar 145.225 ton selama ini.

Kementan mencatat pemasukan impor apel segar Amerika Serikat mencapai 41.000 ton pada tahun ini yang dilakukan pada periode Desember 2014-25 Januari 2015.

Adapun, jenis apel yang diimpor merupakan jenis Washington Apple atau berbeda dengan bahan baku produk olahan apel yang terkontaminasi bakteri tersebut yaitu jenis Granny Smith dan Gala.

"Memang ada impor buah apel jenis Granny Smith dan Gala yang masuk, tapi kebanyakan dari Australia dan Prancis buka Amerika Serikat," katanya.

Banun menyatakan hasil surveillance di tempat pemasukan apel segar Amerika sejak Mei-Desember 2014 belum ada indikasi apel tersebut tercemar penyakit dan layak dikonsumsi.

Dia mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh Unit Pelayanan Teknis (UPT) atau tempat pemasukan untuk memperketat pengawasan dan melakukan uji laboratorium terhadap apel dari USA.

"Selain itu Barantan telah mengirimkan surat balasan kepada pemerintah Amerika Serikat terkait langkah-langkah penanganan," katanya.

Pertama, akan dilakukan uji laboratorium terhadap kontaminasi Listeria Monocytogenes pada seluruh buah apel dan jenis buah lainnya yang berasal dari Amerika Serikat yang masuk ke wilayah RI.

Kedua, apabila ada produk olahan apel segar yang positif terkontaminasi, maka akan dilakukan penolakan atau penghentian impor apel segar dari Amerika Serikat.

"Itu sesuai dengan peraturan di pengkarantinaan. Kami juga mengajak untuk lebih berhati-hati mengkonsumsi sayuran dan buah impor," katanya.

Pasalnya, produk buah dan sayuran impor telah mengalami masa penyimpanan dalam durasi lama. Dengan adanya kasus ini, dia mengajak masyarakat untuk giat mengkonsumsi buah lokal yang lebih sehat dan segar dari pada produk impor.

Adapun, pasien yang terjangkit Liseriosis dapat menyebabkan infeksi, diare, demam tinggi, kejang otot hingga kematian.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buah impor Buah Apel
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top