Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kalau Cilamaya Batal, Jepang Tetap Diiming-imingi Proyek Lain

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago memastikan hasil kajian dan keputusan pemerintah tentang eksistensi proyek Cilamaya tidak akan mengganggu iklim investasi antara Jepang dan Indonesia.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 20 Januari 2015  |  21:48 WIB
Jepang bisa masuk ke sejumlah proyek di luar Jawa bila proyek incarannya membangun Cilamaya dikandaskan Indonesia - bisnis.com
Jepang bisa masuk ke sejumlah proyek di luar Jawa bila proyek incarannya membangun Cilamaya dikandaskan Indonesia - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago memastikan hasil kajian dan keputusan pemerintah tentang eksistensi proyek Cilamaya tidak akan mengganggu iklim investasi antara Jepang dan Indonesia.

Proyek pelabuhan Cilamaya saat ini merupakan salah satu proyek yang ditangani investor Jepang. “Pihak [Duta Besar] Jepang sudah kirim surat sama saya. Bagus sekali, dia sangat respek, sangat menghormati,” katanya, Senin (20/1/2015).

Dia memastikan Jepang akan menunggu kepastian keputusan dari Indonesia dan akan menerima apa pun keputusan nantinya. Sementara itu, pemerintah juga tengah menawarkan sejumlah proyek lain kepada investor Jepang.

“Kami tawarkan yang lain kepada mereka. ada beberapa proyek industri di Kalimantan. Kita akan bangun banyak kawasan industri di luar Jawa,” katanya.

Pelabuhan Cilamaya mulanya diagendakan untuk mengantisipasi overload di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun demikian, Andrinof memastikan bahwa pemugaran dan peluasan pelabuhan Tanjung Priok yang sekarang tengah berjalan akan menjadi solusi yang cukup baik. Nantinya, pemerintah akan meningkatkan infrastruktur pendukung ke arah pelabuhan Tanjung Priok.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas luar jawa pelabuhan cilamaya
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top