RNI Gandeng Dapen & Koperasi BUMN Perluas Waroeng Rajawali

PT Rajawali Nusantara Indonesia Persero (RNI) menggandeng dana pensiun (Dapen) dan koperasi badan usaha milik negara (BUMN) untuk memperluas Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart dengan system kemitraan.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 10 Desember 2014  |  18:17 WIB

Bisnis.com, MALANG - PT Rajawali Nusantara Indonesia  Persero (RNI) menggandeng  dana pensiun (Dapen) dan koperasi badan usaha milik negara (BUMN) untuk memperluas Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart dengan system kemitraan.

Direktur Utama  RNI Ismed Hasan Putro mengatakan meningkatnya persaingan bisnis ritel di tanah air membuat BUMN tersebut  semakin agresif dalam memperluas pasar Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart.

“RNI kian gencar membuka sistem kemitraan dengan menggandeng berbagai kalangan seperti BUMN, istansi pemerintah, dan perorangan,” kata Ismed Hasan Putro dalam rilisnya yang diterima Bisnis, Rabu (10/12/2014).

Pernyataan itu disampaikan dalam Temu Bisnis Seluruh Dapen BUMN dan Seluruh Koperasi BUMN, yang dilaksanakan di Gedung RNI, Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Forum tersebut mengulas mengenai konsep bisnis dan pendanaan kemitraan Waroeng Rajawali dan Rajawali Mart, sebagai peluang investasi atau usaha baru bagi perusahaan atau perorangan. Hadir pada acara itu perwakilan Dapen dan Koperasi seluruh BUMN.

Menurut dia, selama ini  terdapat dua aspek yang menjadi momok dalam berbisnis ritel yaitu perizinan dan modal.

Ia mengatakan, melalui kemitraan ini mitra tidak perlu khawatir mengenai perizinan karena pengurusannya dilakukan oleh RNI. Sementara untuk modal, RNI sudah membangun kerjasama tripartit antara RNI, perbankan, dan investor.

Perbankan akan memberikan fasilitas kredit sesuai tipe toko. Fasilitas kredit tersebut mencakup investasi peralatan dan perlengkapan toko berikut barang dagangan.

Ismed menambahkan, sistem kemitraan ini bertujuan membuka kesempatan bagi masyarakat baik instansi, BUMN, kelompok maupun perorangan untuk bergabung memiliki usaha minimarket sendiri. Output-nya berupa peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.

Menurut dia,  semakin menjamurnya mini market yang belum dilengkapi dengan perencanaan program kemitraan seringkali berakibat mematikan usaha kecil yang tumbuh di sekitarnya. Hal itu berpotensi mengganggu sumber pendapatan mereka bahkan berpotensi mematikan usaha rakyat yang bergerak di sektor yang sama.

Melalui sistem kemitraan ini,  lanjut dia, RNI ingin berkontribusi mengembangkan usaha kecil yang selama ini selalu diposisikan berlawanan dengan bisnis mini market dengan  membuka kesempatan agar masyarakat dapat memiliki mini market sendiri serta  mengedukasi masyarakat.

Ia melihat, masih banyaknya pengusaha kecil pemilik toko kelontong yang belum memahani pengelolaan dasar toko, seperti cara display barang, mengelola persediaan barang dan keuangan, serta bagaimana mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau.

“Di tengah persaingan yang semakin ketat ini mereka perlu melakukan perubahan pola agar tidak terlindas pasa bebas. Lebih dari itu, harapannya kemitraan ini dapat melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru dalam bidang mart,” ujarnya.

Dia mengklaim branding Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali yang sudah kuat dan dikenal serta  variasi produk yang dimiliki cukup lengkap. Opportunity sinergy antar BUMN melalui pemanfaatan aset bersama, serta didukung jaringan distribution center  dengan 43 cabang di seluruh Indonesia.

Selaun itu,, RNI aktif dalam program sales dan marketing yang bersifat komprehensif, seperti promo spesial untuk members, bazar regular dengan BUMN dan lokal di sekitar gerai, dan promosi produk tertentu. (k24).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rni

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top