Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KUOTA BBM: Pemerintah Tak Akan Ganti Uang Pertamina

Pemerintah tidak akan mengganti dana yang dikeluarkan Pertamina untuk menjual BBM setara harga subsidi.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 05 Desember 2014  |  19:29 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah tidak akan mengganti dana yang dikeluarkan Pertamina untuk menjual BBM setara harga subsidi.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menyampaikan pemerintah hanya akan membayar klaim subsidi untuk volume konsumsi 46 juta kiloliter, sesuai amanat UU No 12/2014 tentang Perubahan APBN 2014. 

"Pemerintah tugaskan dia (Pertamina) penuhi kewajiban secara korporat supaya tidak ada pelanggaran UU APBN-P 2014, (volume konsumsi) tetap 46 juta kiloliter," katanya, Jumat (5/12/2014). 

Askolani pun bersikukuh aksi korporasi itu tidak merugikan, tetapi hanya menggerus laba perseroan. Dengan demikian, ujar dia, UU BUMN tidak dilanggar.

Menurutnya, keputusan pemerintah menugasi Pertamina untuk menjual harga BBM setara harga subsidi diambil agar tidak terjadi kelangkaan, mengingat kuota 46 juta kl akan habis sebelum 31 Desember. Dengan demikian, meredam potensi gejolak sosial. 

"Ini bukan soal siasat. Ini untuk bangsa," ujar Askolani. 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan dana yang dikeluarkan oleh Pertamina akan diganti oleh pemerintah. 

Namun, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyampaikan Pertamina akan menanggung sepenuhnya selisih antara harga keekonomian BBM sekalipun langkah itu atas instruksi pemerintah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina kuota bbm apbn-p 2014
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top