Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BBM Subsidi Seharusnya untuk Angkutan Umum Berbadan Hukum

Pemerintah perlu memilah pembatasan bagi penggunaan BBM bersubsidi antara angkutan umum berbadan hukum dan tidak berbadan hukum.
Muhamad Hilman
Muhamad Hilman - Bisnis.com 07 Oktober 2014  |  17:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah perlu memilah pembatasan bagi penggunaan BBM bersubsidi antara angkutan umum berbadan hukum dan tidak berbadan hukum.

Pemilahan itu untuk menghemat penggunaan BBM bersubsidi, sekaligus mendorong seluruh kepemilikan angkutan umum berplat kuning berbadan hukum.
 
Djoko Setijowarno, Pengurus bidang Riset dan Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), mengatakan sejauh ini tidak seluruh angkutan umum plat kuning berbadan hukum, padahal sesuai peraturan angkutan umum berplat kuning wajib berbadan hukum.

Untuk itu, imbuhnya, dalam rangka penghematan BBM bersubsidi, pemerintah harus memilah penyaluran BBM bersubsidi hanya boleh dikonsumsi oleh angkutan umum berbadan hukum. Adapun, angkutan umum tidak berbadan hukum harus menggunakan BBM non subsidi.
 
"Dengan cara ini akan mempercepat dorongan angktan umum wajib berbadan hukum sesuai amanah pasal 139 (4) UU 22/2009 tentang LLAJ," ujarnya, Selasa (7/10).

Dalam catatan MTI, konsumsi BBM berubsidi saat ini didominasi oleh kendaraan pribadi sebesar 93%, yang terdiri dari sepeda motor 40% dan mobil 53%.
Sementara angkutan barang hanya menggunkan 4% kuota BBM bersubsidi, sedangkan angkutan hanya menggunakan 3% dari total BBM bersubsidi yang disediakan pemerintah.

Di sisi lain, angkutan truk yang biasa mendistribusikan logistik nasional tetap mendapatkan subsidi BBM bersubsidi. Menurutnya, penggunaan BBM bersubsidi bagi truk logistik tetap diperlukan untuk menjaga agar tidak terjadi inflasi besar-besaran.

"Semestinya tetap mendapat subsidi."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembatasan bbm bersubsidi angkutan umum
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top