Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Aspek Desain Masuk Perhitungan Tingkat Kandungan Elektronika

Desain kini masuk dalam perhitungan tingkat kandungan dalam negeri produk elektronika dan telematika. Faktor ini masuk dalam aspek pengembangan produk dengan bobot nilai 20%.
Perakitan elektronika/JIBI
Perakitan elektronika/JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Desain kini masuk dalam perhitungan tingkat kandungan dalam negeri produk elektronika dan telematika. Faktor ini masuk dalam aspek pengembangan produk dengan bobot nilai 20%.

Penghitungan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) elektronika dan telematika secara keseluruhan terdiri dari dua aspek, yaitu manufaktur dan pengembangan. Porsi bobot nilai TKDN manufaktur tetap mayoritas sebesar 80%. 

Dewan Penasihat Pusat Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung Adi Indrayanto mengatakan proses perumusan mekanisme penghitungan nilai TKDN tersebut berlangsung setidaknya sejak tiga tahun silam.

 “Produk elektronika dan telematika banyak unsur desainnya sedangkan manufakturnya standar saja. Desain ini yang membedakan produk satu dengan yang lain,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (23/9/2014).

Oleh karena itu TKDN pengembangan produk sangat perlu dimasukkan ke dalam komponen penghitungan konten lokal. Aspek ini di dalamnya mencakup proses rancang bangun yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan manufaktur.

TKDN produk elektronika dan telematika ini diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 69/2014 tentang Ketentuan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN Industri Elektronika dan Telematika. Beleid ini diundangkan sejak 8 September 2014.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dini Hariyanti
Editor : Ismail Fahmi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper