Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Rokok 2015 Bakal Tertekan Cukai & Peringatan Bergambar

Produsen rokok putih merasa jika penerapan gambar peringatan kesehatan dibarengi dengan lonjakan tarif cukai 10% pada tahun depan, penjualan terasa berat.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 20 September 2014  |  04:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Produsen rokok putih merasa jika penerapan gambar peringatan kesehatan dibarengi dengan lonjakan tarif cukai 10% pada tahun depan, penjualan terasa berat.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Mufti berpendapat peringatan kesehatan berupa tulisan plus gambar kesehatan akan memengaruhi minat beli konsumen.

“10,2% itu terlalu tinggi untuk rokok putih karena ada dampak dari peringatan kesehatan bergambar,” ucap Mufti saat dihubungi Bisnis, Jumat (19/9/2014).

Gaprindo mengaku pemerintah belum mengajak duduk bersama membahas rencana penaikan tarif cukai.

Kemungkinan pemerintah hendak memastikan dulu persetujuan dari DPR RI. Jika sudah mendapat respon parlemen barulah mendiskusikan dengan industri.

Sejak 24 Juni 2014 pemerintah mewajibkan produsen rokok mencantumkan peringatan bergambar di bungkus sigaret maupun iklan via medium apapun.

Hal ini merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) No. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok cukai rokok Gaprindo
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top